BerandaBerandaSatu Tahun Iqbal–Dinda, IPM NTB Meningkat, Fondasi SDM Kian Menguat

Satu Tahun Iqbal–Dinda, IPM NTB Meningkat, Fondasi SDM Kian Menguat

Satu tahun pertama kepemimpinan H. Lalu Muhamad Iqbal dan Hj. Indah Indah Dhamayanti Putri (Iqbal- Dinda) ditandai dengan capaian positif di sektor pembangunan manusia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2025 mencapai 73,97, meningkat dari 73,10 pada tahun 2024.

KENAIKAN sebesar 0,87 poin atau 1,19 persen ini menempatkan IPM NTB tetap berada dalam kategori tinggi, sekaligus menjadi salah satu peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Capaian ini mempertegas arah kebijakan pemerintahan Iqbal–Dinda yang menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama.

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri saat berdialog dengan Kepala SMA/SMK/SLB di Kabupaten Dompu, September 2025 lalu. (globalfmlombok.com/ist)

Kepala BPS NTB Dr. Wahyudin menjelaskan, kenaikan IPM tersebut ditopang oleh perbaikan pada seluruh indikator pembentuk IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak, yang semuanya mengalami pertumbuhan selama 2024–2025.

Di bidang kesehatan, Umur Harapan Hidup meningkat 0,35 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Bayi yang lahir pada 2025 diperkirakan memiliki harapan hidup hingga 72,60 tahun, lebih panjang dibandingkan bayi yang lahir pada tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan membaiknya akses layanan kesehatan, kualitas gizi masyarakat, serta efektivitas program promotif dan preventif yang dijalankan pemerintah daerah.

Pada dimensi standar hidup layak, rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun meningkat sebesar Rp316 ribu atau tumbuh 2,72 persen. Kenaikan ini menunjukkan daya beli masyarakat yang semakin menguat, sejalan dengan stabilitas ekonomi lokal serta berbagai langkah pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi rakyat yang dijalankan Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota.

Penguatan sektor pertanian, UMKM, dan ekonomi desa menjadi bagian penting dari strategi ini, didukung oleh pelaksanaan pasar murah, bazar pangan, stabilisasi harga kebutuhan pokok, serta perluasan akses pembiayaan usaha. Upaya tersebut memastikan pertumbuhan ekonomi daerah dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, pada dimensi pendidikan, capaian yang paling menonjol terlihat pada Rata-rata Lama Sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas yang meningkat 0,34 tahun, dari 7,87 tahun menjadi 8,21 tahun pada 2025. Artinya, masyarakat NTB kini rata-rata mengenyam pendidikan lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Harapan Lama Sekolah juga mengalami kenaikan 0,01 tahun, dari 13,98 tahun menjadi 13,99 tahun. Meski peningkatannya relatif kecil, indikator ini tetap menunjukkan adanya perbaikan akses pendidikan dasar dan menengah.

BPS mencatat bahwa peningkatan pada sektor pendidikan turut didorong oleh berbagai program pemerintah, termasuk pelaksanaan ujian kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C bagi anak-anak putus sekolah. Program ini menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan rata-rata lama sekolah sekaligus membuka kembali akses pendidikan bagi kelompok rentan.

Pada era kepemimpinan Iqbal–Dinda, sektor pendidikan mendapat perhatian serius melalui penguatan bantuan pendidikan, afirmasi bagi keluarga kurang mampu, peningkatan sarana prasarana sekolah, serta perhatian khusus terhadap pesantren dan pendidikan nonformal. Pendekatan ini memastikan pembangunan manusia menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah terpencil.

Meski demikian, BPS juga memberikan catatan penting. Angka pernikahan usia anak yang masih tinggi serta fenomena anak muda yang harus mengurus keluarga sejak usia belia dinilai menjadi tantangan serius pembangunan manusia. Kondisi ini berpotensi menekan harapan hidup dan meningkatkan risiko putus sekolah.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat intervensi lintas sektor, mulai dari edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan usia dini, penguatan perlindungan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga, agar capaian IPM dapat berkelanjutan.

Dibandingkan tahun 2024, capaian 2025 menunjukkan akselerasi pembangunan manusia yang lebih terarah. Kenaikan IPM sebesar 0,87 poin menjadi bukti bahwa satu tahun pertama kepemimpinan Iqbal–Dinda telah berada pada jalur yang tepat: menghadirkan pembangunan yang inklusif, memperkuat fondasi sumber daya manusia, dan memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.

Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmen untuk menjaga momentum ini melalui penguatan layanan dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan kemiskinan, serta kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.

Dengan fondasi awal yang kuat di tahun pertama, NTB optimistis mampu mempercepat terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan sejahtera, menjadikan pembangunan manusia sebagai inti dari transformasi daerah. (r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI