Mataram (globalfmlombok.com) – Polresta Mataram melalui Satuan Samapta mengamankan lima orang remaja karena terlibat perang petasan usai salat Subuh di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram.
Kepala Satuan Samapta Polresta Mataram, AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, Minggu (22/2/2026) mengatakan, kelima remaja tersebut kini telah diamankan untuk menjalani pembinaan lebih lanjut.
“Kita terpaksa mengamankan lima remaja yang kedapatan bermain petasan lengkap dengan barang bukti. Kelimanya diserahkan ke unit SPKT Polresta Mataram untuk diberikan pembinaan serta membuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, aksi perang petasan tersebut terjadi setelah pelaksanaan salat Subuh. Aktivitas itu dinilai berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan dan masyarakat sekitar yang sedang beraktivitas pagi.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa yang kerap muncul selama bulan Ramadan, Satuan Samapta Polresta Mataram rutin menggelar patroli intensif di sejumlah titik rawan.
“Patroli berlangsung mulai waktu sahur hingga pagi hari di kawasan Teras Udayana,” katanya.
Menurutnya, patroli tersebut bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa, khususnya menjelang sahur hingga usai melaksanakan salat Subuh.
“Pada waktu-waktu tersebut kerap muncul aktivitas remaja yang berpotensi membahayakan keselamatan, seperti perang petasan,” bebernya.
Sugiarta menegaskan, kegiatan patroli merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadan.
Ia juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada waktu sahur hingga pagi hari, guna mencegah tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Dengan patroli rutin dan pengawasan bersama, diharapkan suasana Ramadan di Kota Mataram tetap aman, tertib, dan penuh khidmat,” tandasnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Perang Petasan, Lima Remaja Diamankan Polresta Mataram ”


