BerandaPemerintahanLombok BaratGelombang Tinggi, Layanan Kapal Cepat Bali–Bangsal–Senggigi Dihentikan Sementara

Gelombang Tinggi, Layanan Kapal Cepat Bali–Bangsal–Senggigi Dihentikan Sementara

Giri Menang, (globalfmlombok.com) – Pelayanan penyeberangan kapal cepat rute Bali–Bangsal, Kabupaten Lombok Utara, menuju Senggigi, Lombok Barat, ditutup sementara akibat cuaca ekstrem. Penutupan dilakukan menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait ketinggian gelombang yang mencapai 2 hingga 4 meter di Selat Lombok.

Kepala UPP Kelas II Pemenang, Lombok Utara, I Made Oka SH., MH., mengatakan penutupan sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan pelayaran. Keputusan tersebut mengacu pada prakiraan cuaca BMKG setempat.

“Berdasarkan peringatan BMKG, tinggi gelombang rata-rata 2 sampai 4 meter. Atas dasar itu, pelayaran kapal cepat antara Lombok dan Bali kami tutup sementara, baik dari Nusa Penida, Serangan, maupun Padangbai,” kata Made Oka usai pertemuan dengan Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini di Kantor Bupati Lobar, Gerung, Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, penutupan layanan kapal cepat dari Bali menuju Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Bangsal, hingga Senggigi telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir dan akan dibuka kembali setelah kondisi cuaca dinyatakan normal oleh BMKG.

“Imbauan ini bersifat nasional, tetapi kondisi cuaca di setiap wilayah bisa berbeda. Namun acuan kami tetap peringatan BMKG setempat dan surat edaran resmi,” ujarnya.

Akibat penutupan tersebut, aktivitas penumpang di Pelabuhan Bangsal maupun Senggigi terpantau sepi. Sejumlah penumpang memilih jalur alternatif melalui Pelabuhan Lembar atau menggunakan transportasi udara.

Dalam kondisi normal, kata Made Oka, terdapat sekitar 25 trip kapal cepat per hari dari Bali ke Bangsal dengan kapasitas kapal bervariasi, antara 150 hingga 200 penumpang. Rata-rata jumlah penumpang per bulan mencapai 2.000 hingga 3.000 orang.

“Dengan situasi cuaca seperti sekarang, jumlah penumpang tentu mengalami penurunan signifikan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat M. Hendrayadi memastikan operasional Pelabuhan Senggigi masih ditutup sementara. “Masih ditutup, tidak ada trip karena cuaca ekstrem,” tegasnya.

Ia menyebutkan, pada kondisi normal, rute Bali–Bangsal–Senggigi dilayani tiga trip per hari dengan jumlah penumpang yang turun di Senggigi sekitar 70 hingga 80 orang per trip. Penutupan sementara ini berdampak pada pendapatan pelabuhan.

Hal senada disampaikan Kepala UPT Pelabuhan Senggigi, Iskandar Zulkarnaen. Menurut dia, sepanjang Januari 2026 kondisi cuaca belum stabil dan terus dipantau secara ketat melalui koordinasi dengan BMKG.

“Sejak pertengahan Januari, aktivitas pelayaran beberapa kali harus dibuka dan ditutup secara situasional mengikuti perkembangan cuaca,” ujarnya.

Iskandar menjelaskan, pada 14–15 Januari lalu, Pelabuhan Senggigi juga sempat ditutup karena tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter. Hingga Rabu (21/1/2026), kondisi tersebut belum mengalami perubahan signifikan dan masih dinilai berisiko bagi operasional kapal cepat.

“Dengan tinggi ombak sekitar 2,5 sampai 4 meter, kapal-kapal kecil tidak memungkinkan untuk dioperasikan,” katanya.

Penutupan operasional, lanjut Iskandar, tidak hanya terjadi di Senggigi, tetapi juga di sejumlah pelabuhan lain di Lombok dan Bali yang mengikuti instruksi keselamatan dari BMKG.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan penumpang dan awak kapal adalah prioritas utama. Jika BMKG menyatakan kondisi sudah aman, jalur pelayaran akan langsung dibuka kembali,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Cuaca Ekstrem, Penyeberangan Kapal Cepat Bali-Bangsal-Senggigi Ditutup Sementara “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI