BerandaBerandaUpdate Porprov NTB XII: Sengketa 12 Cabor Dituntaskan, Dinamika Suporter Dimediasi

Update Porprov NTB XII: Sengketa 12 Cabor Dituntaskan, Dinamika Suporter Dimediasi

Mataram (globalfmlombok.com)

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Nusa Tenggara Barat 2026 diwarnai dinamika kompetisi yang dinamis. Dari 23 cabang olahraga yang telah merampungkan laga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB mencatat perolehan medali pada 12 cabang olahraga masih tertahan proses penyelesaian sengketa sebelum dirilis secara resmi ke publik.

Keterangan resmi tersebut disampaikan oleh Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi dalam konferensi pers di Media Center Porprov NTB, Mataram, Selasa (21/7/2026). Mori menegaskan, penundaan rilis medali pada 12 cabang olahraga (cabor) tersebut dilakukan untuk memberi ruang penyelesaian sengketa secara transparan sesuai regulasi yang berlaku.

Adapun 12 cabor yang masih dalam tahap penyelesaian sengketa tersebut meliputi aerosport, taekwondo, tinju, catur, akuatik, karate, muaythai, wushu, judo, kempo, angkat besi, dan panjat tebing.

“Hampir seluruh dari 23 cabor yang telah menyelesaikan kompetisi sejatinya berjalan tanpa masalah. Namun, ada beberapa nomor pertandingan di 12 cabor yang perolehan medalinya belum dapat kami rilis karena masih dalam proses penanganan di KONI NTB,” ujar Mori.

Sengketa drumband

Mengulas kontroversi pada cabor drumband yang sempat memicu aksi protes di kantor KONI NTB, Mori meluruskan bahwa pangkal persoalan berada pada ranah panitia pelaksana Pengurus Provinsi (Pengprov) cabor bersangkutan. KONI secara aturan tidak dapat melakukan intervensi teknis internal sebelum tahapan di cabor tuntas.

“Aksi keberatan yang disampaikan ke kantor KONI sejatinya salah alamat. Protes teknis seharusnya dialamatkan ke panitia cabor. Namun, melalui mekanisme arbitrase yang menjadi wewenang KONI, masalah tersebut telah diselesaikan. Keputusan yang dinilai merugikan atlet telah dianulir dan medali diserahkan kepada pihak yang berhak,” tegas Mori.

Perselisihan antarsuporter

Selain persoalan teknis cabor, perhatian publik juga tertuju pada insiden keributan antarsuporter pada laga bola voli putra antara Lombok Barat dan Dompu di Lombok Tengah. Laga sengit tersebut sempat berujung pada tindakan pemukulan dan penanganan oleh kepolisian setempat.

Mori menegaskan bahwa riuk sorak serta euforia penonton merupakan bagian tak terpisahkan dari kemeriahan ajang olahraga. Akan tetapi, aksi kekerasan fisik tidak dapat ditoleransi atas alasan apa pun.

“Sorak-sorai dan saling ejek antarsuporter adalah hal biasa yang menyemarakkan pertandingan. Namun, ketika terjadi kontak fisik atau pemukulan, itu sudah masuk ranah tindak pidana  dan tidak dibenarkan dalam prosedur olahraga,” tegasnya.

Melalui upaya mediasi bersama jajaran Polres Lombok Tengah serta kebesaran hati para pihak yang bertikai, perselisihan tersebut telah diselesaikan secara damai. Seluruh pendukung yang sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian telah diperbolehkan pulang.

Mengenai dinamika pada cabor tinju, Mori menilai gesekan kecil yang terjadi masih dalam batas kewajaran mengingat padatnya jadwal kompetisi. Dengan total 22 nomor pertandingan yang melibatkan ratusan partai sejak babak penyisihan hingga final, potensi perbedaan persepsi di lapangan dinilai wajar dan dapat diredam dengan baik.

Mori mengimbau masyarakat dan media massa untuk melihat dinamika Porprov NTB XII secara utuh dan terukur, serta tidak menggeneralisasi insiden kecil seolah-olah mengganggu jalannya keseluruhan gelaran olahraga terbesar di NTB tersebut.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI