Mataram (globalfmlombok.com) — Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan penanganan jangka pendek untuk mengatasi dampak banjir rob dan abrasi di Lingkungan Pondok Prasi, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan sekitar 10.000 karung bantalan pasir atau geobag sebagai tanggul darurat penahan gelombang pasang.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, mengatakan penanganan difokuskan pada perlindungan permukiman warga dari hempasan gelombang laut melalui pembangunan tanggul darurat yang diperkuat dengan kombinasi geobag dan batu boulder.
“Skemanya, geobag berisi pasir dipasang terlebih dahulu, kemudian ditindih dengan batu boulder. Cara ini sudah pernah kami terapkan di lokasi yang sama dan terbukti cukup efektif serta masih bertahan hingga sekarang,” ujar Lale, Kamis (22/1/2026).
Menurut dia, kebutuhan geobag untuk penanganan darurat tersebut diperkirakan mencapai 10.000 unit. Namun, apabila jumlah geobag tidak mencukupi, pihaknya akan menggunakan karung pasir biasa sebagai alternatif sementara.
Penanganan abrasi dan banjir rob ini direncanakan membentang sepanjang sekitar satu kilometer, mulai dari kawasan Pertamina hingga Lingkungan Pondok Prasi. Dari total panjang tersebut, sekitar 400 meter telah lebih dahulu ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram.
“Sisa penanganan akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan Balai Wilayah Sungai agar penanganannya bisa dilakukan secara menyeluruh,” katanya.
Selain pembangunan fisik tanggul darurat, Lale menyebutkan Wali Kota Mataram telah menginstruksikan sejumlah langkah tanggap darurat lainnya untuk menjamin keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Sudah ada perintah dari Pak Wali untuk mendirikan posko di lokasi terdampak. Dinas Sosial juga sudah membangun dapur darurat dan menyiapkan logistik. Semua diarahkan agar segera dilaksanakan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menegaskan pemerintah daerah juga akan melakukan intervensi terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir rob dan abrasi.
“Saya sudah menyampaikan kepada Sekda untuk menindaklanjuti upaya perbaikan dan rekondisi rumah warga yang terdampak,” kata Mohan.
Pemkot Mataram berharap langkah penanganan darurat ini dapat meminimalkan dampak lanjutan abrasi dan banjir rob, sembari menyiapkan solusi jangka panjang guna melindungi kawasan pesisir Ampenan dari ancaman bencana serupa di masa mendatang. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Atasi Dampak Banjir Rob dan Abrasi, Pemkot akan Pasang 10.000 Geobag “


