Bima (globalfmlombok.com) – Proses pencarian Kifen (18), warga Desa Sangiang, yang hilang di Gunung Sangeangapi, dihentikan sementara sesuai permintaan pihak keluarga.
Kepala SAR Bima, M. Darwis, menjelaskan penghentian sementara dilakukan karena kondisi cuaca yang tidak menentu, serta permintaan langsung dari keluarga korban. “Ini atas permintaan keluarga dan sudah ada surat pernyataan dari pihak keluarga,” ujar Darwis, Rabu (17/12/2025).
Meski pencarian dihentikan, Darwis memastikan tim SAR akan kembali turun jika ada tanda-tanda baru yang ditemukan oleh masyarakat atau keluarga yang melakukan pencarian mandiri.
“Tim langsung balik sesuai dengan permintaan pihak keluarga. Kami akan turun kembali jika ada tanda-tanda ditemukan oleh masyarakat yang mencari mandiri,” tambahnya.
Ia menambahkan bahwa jalur pendakian yang dilalui korban tergolong ekstrem, dan cuaca di puncak Gunung Sangeangapi sangat tidak menentu, menjadi kendala utama saat pencarian.
Diberitakan sebelumnya, bahwa peristiwa ini bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 Wita, saat Kifen berangkat bersama tiga rekannya, Aldin, Meri, dan Kafun, menuju puncak Gunung Sangeangapi. Tujuan mereka adalah berburu kambing liar yang sering ditemukan di kawasan tersebut. Rombongan tiba di lokasi peristirahatan Karombo sekitar pukul 19.00 WITA dan bermalam di sana.
Keesokan harinya, Minggu, 14 Desember 2025, Aldin dan Kifen memutuskan untuk mendaki lebih dulu menuju puncak, sementara Meri dan Kafun tetap di Karombo untuk menyiapkan bekal. Sekitar pukul 08.00 Wita, Meri dan Kafun melanjutkan perjalanan ke puncak. Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Aldin yang sudah turun kembali. Namun, Kifen tidak bersama Aldin.
Meri dan Kafun sempat menunggu, tetapi hingga beberapa jam kemudian Kifen tidak muncul di titik pertemuan yang telah disepakati. Kegelisahan mulai muncul, dan mereka melakukan pencarian mandiri sepanjang hari, menyusuri jalur pendakian, naik ke puncak, dan kembali ke lokasi awal berulang kali hingga malam. (hir)


