Labuan Bajo (globalfmlombok.com)-
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengirimkan bantuan medis, logistik, dan personel dalam kerangka Solidaritas Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) untuk membantu penanganan bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur.
Rombongan bantuan yang bertolak dari Mataram pada Minggu (16/8/2026) melintasi jalur darat menuju Pelabuhan Sape, Bima, sebelum menyeberang ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menggunakan dua armada kapal secara bertahap. Tim tiba di Labuan Bajo pada Selasa (18/8/2026) pagi dan mendirikan posko transit di Markas BPBD Manggarai Barat.
Keputusan penempatan posko utama dan fasilitas pendukung di Kabupaten Manggarai Timur merupakan hasil koordinasi antara jajaran Pemprov NTB dan Posko Utama Penanggulangan Bencana Provinsi NTT. Koordinasi tersebut melibatkan Karo Kesra Setda Provinsi NTB H. Amir, Kepala BPBD NTB H. Sadimin, serta Kepala Dinas Kesehatan NTB Dr. dr. H. L. Fikri Hamzi bersama Koordinator Pusat Posko Utama yang juga Sekretaris BPBD NTT Yohanes Taka Dosi.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan masyarakat NTB atas bantuan serta kepedulian bagi warga terdampak gempa,” ujar Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng saat menerima kedatangan tim.
Distribusi Pelayanan
Di lokasi terdampak, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD NTB memfokuskan pengerjaan pada tiga sektor utama, yaitu pelayanan kesehatan darurat, dapur umum, dan distribusi logistik.
Sebagian tenaga medis NTB dikerahkan langsung ke puskesmas dan rumah sakit di Manggarai Barat untuk memperkuat fasilitas setempat, sementara porsi lainnya disiagakan untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Manggarai Timur. Tim dapur umum dan logistik mendistribusikan kebutuhan pokok berupa beras, air bersih, serta bahan pangan siap saji.
Guna menjaga efektivitas penanganan darurat, seluruh skema distribusi bantuan diintegrasikan ke dalam satu komando di bawah koordinasi BPBD NTT. Pola ini diterapkan untuk mencegah terjadinya penyaluran tumpang-tindih maupun penumpukan bantuan pada wilayah tertentu.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa pemantauan operasional tim di lapangan terus dilakukan guna memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara terukur.(ris/r)


