Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram memastikan volume sampah selama bulan suci Ramadan meningkat menjadi 255 ton per hari. Kenaikan tersebut dipicu bertambahnya aktivitas pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjamur di berbagai titik kota, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.
Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan, selama Ramadan terjadi penambahan sekitar 5 ton sampah per hari dibandingkan hari biasa. Dalam kondisi normal, produksi sampah di Kota Mataram berkisar 250 ton per hari.
“Kalau hitung-hitungan saya, saat bulan puasa ada kelebihan sekitar 5 ton per hari,” ujarnya pekan kemarin.
Menurut Nizar, lonjakan sampah didominasi limbah sisa makanan, kemasan plastik, kertas pembungkus, serta gelas dan botol minuman sekali pakai dari aktivitas PKL dan pusat jajanan takjil. Peningkatan biasanya mulai terlihat sejak pekan pertama Ramadan dan bertahan hingga menjelang Idulfitri.
Untuk mengantisipasi penumpukan, DLH menyiapkan lahan di TPS Bintaro sebagai lokasi penyangga. Langkah ini dilakukan agar beban di TPS Sandubaya tidak berlebihan, sekaligus menjaga distribusi pengangkutan ke tempat pemrosesan akhir tetap terkendali.
Selain itu, pola pengangkutan sampah di sejumlah titik PKL disesuaikan. Petugas melakukan pengangkutan pada malam hari setelah aktivitas jual beli selesai, atau paling lambat pagi hari sebelum aktivitas masyarakat kembali meningkat.
“Pola pengangkutannya sama seperti tahun sebelumnya untuk sampah PKL saat bulan puasa. Kami upayakan tidak ada sampah yang menumpuk sampai siang hari,” jelasnya.
DLH juga mengerahkan armada tambahan dan mengoptimalkan petugas lapangan agar layanan kebersihan tetap berjalan normal. Masyarakat dan pedagang diimbau turut menjaga kebersihan dengan memilah sampah serta tidak membuang sampah sembarangan.
Terkait jatah ritase pembuangan sampah ke TPAR Kebon Kongok, Nizar menyebutkan jumlah angkutan akan kembali normal menjadi empat ritase per hari setelah pembangunan landfill baru rampung. Saat ini progres pembangunan diperkirakan telah mencapai 75 persen.
“Kami targetkan saat Ramadan ini landfill sudah bisa dimanfaatkan sehingga ritase kembali normal,” ujarnya.
Normalisasi ritase dinilai penting untuk mengurangi antrean pembuangan dan mempercepat pengosongan TPS di wilayah kota. Selama pembangunan landfill berlangsung, jatah ritase sempat dibatasi sehingga berdampak pada waktu tunggu armada.
Selain itu, ia menyinggung rencana pembangunan TPS Kebon Talo di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan. Proyek tersebut menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan saat ini masih dalam tahap pengumpulan data serta penyusunan perencanaan teknis. Proses penganggaran ditargetkan berlangsung pada 2026.
Menurut Nizar, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan TPA modern seluas 80 are tersebut mencapai Rp97 miliar untuk fisik pembangunan dan sekitar Rp4 miliar untuk perencanaan.
“Seluruh pengerjaan dilakukan oleh kementerian. Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan dan operasional TPS setelah selesai dibangun,” pungkasnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Volume Sampah di Mataram Dipastikan Naik Jadi 255 Ton per Hari Selama Ramadan “


