Giri Menang (globalfmlombok.com) – Wakil Bupati Lombok Barat (Wabup Lobar), Hj. Nurul Adha telah mendapatkan rekomendasi dari Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal terkait satu nama calon Sekretaris Daerah (Sekda) untuk ditindaklanjuti ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk izin pelantikan. Wabup Lobar pun mengirim satu nama tersebut ke Kemendagri.
Wabup Hj. Nurul Adha menyampaikan proses seleksi Sekda telah selesai dengan menghasilkan tiga nama calon yang masuk tiga besar. Kemudian tiga besar itu telah dikirim ke Kemendagri dan BKN. Ia pun telah mewawancarai satu per satu calon Sekda dan salat istikharah. Sehingga ia pun telah menjatuhkan pilihan pada satu nama.
“Itu kemudian kami diskusikan dengan pak Gubernur, kemarin (Kamis (15/10) sore, red). Dan alhamdulillah pak Gubernur juga sudah menyetujui satu nama dah sudah ditandatangani rekomendasinya,” kata Wabup Hj. Nurul Adha ditemui Jumat (16/10/2026).
Wabup menjelaskan, setelah mendapatkan rekomendasi dari Gubernur, pihaknya menidaklanjuti dengan mengirim kembali ke Kemendagri untuk izin pelantikan. “Kita tunggu itu baru pelantikan,” ujarnya.
Proses di Kemendagri biasanya tidak terlalu lama, sekitar dua sampai tiga minggu. Terkait bocoran satu nama yang dipilih dan diajukan sebagai Sekda, Umi Nurul sapaan akrab Wabup Lobar ini enggan membeberkan. “Kita tunggu saja, jadi kejutan,” imbuhnya.
Sementara itu, Pj. Sekda Lobar H. Saeful Ahkam menyampaikan, proses seleksi Sekda sudah dirampungkan, di mana secara pribadi menjadi tugas yang diembankan oleh Wabup kepadanya selaku Pj Sekda.
Saat ini proses lebih lanjut secara administratif di tingkat lanjut, setelah menunggu Pertek dari BKN yang disertakan ke Provinsi selaku wakil pemerintah pusat di daerah. “Alhamdulillah kami sudah mengantarkan satu nama,” imbuhnya.
Sebelum rekomendasi calon Sekda itu ditandatangani, pihaknya lama berdiskusi dengan Gubernur yang didampingi Kepala BKD Provinsi. Salah satu yang dibahas dalam diskusi itu, memang harus disodorkan satu nama calon Sekda. Pihaknya memastikan satu nama itu berdasarkan nomor nilai atau ranking. “Kami memilih ranking satu,” kata dia.
Gubernur pun berpesan agar seluruh jajaran mendampingi Sekda nantinya untuk tetap mengedepankan aspek integritas. Kalau ditanya soal sosok, Ahkam menyampaikan bahwa bersangkutan punya kemampuan komunikasi baik tidak hanya dengan jajaran birokrasi saja, tetapi dengan jajaran pimpinan dan anggota DPRD.
Menurutnya, eksekutif dan legislatif satu tubuh, hanya pemerintahan yang terbagi dalam dua kamar yakni pemerintah sebagai eksekutif dan dewan sebagai legislatif. “Yang menarik kenapa sosok sekda penting bagi kami dengan DPRD, dia jembatan komunikasi melalui dalam satu tugas belau sebagai ketua TAPD,” ujar Ahkam.
Selanjutnya, ada konteks penegakan aturan dan memastikan keberlanjutan program yang berbasis RPJMD, calon sekda ini mudah mengomunikasikan dengan DPRD. Bisa jadi nanti terkait indikator-indikator yang harus disesuaikan dalam RPJMD. (her)


