Mataram (globalfmlombok.com)—
Otoritas Jasa Keuangan bersama para pemangku kepentingan sektor jasa keuangan mendukung inisiatif Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mengembangkan Program Desa Berdaya. Program ini menempatkan desa sebagai subjek utama pembangunan guna mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kick off kolaborasi sektor jasa keuangan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan mitra strategis. Program ini diarahkan untuk memperkuat inklusi keuangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan, pelaku usaha ultra mikro, dan masyarakat prasejahtera.
Sebagai langkah awal, digelar kegiatan Training of Facilitator (ToF) bagi pendamping Desa Berdaya. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendamping dalam memberikan edukasi keuangan yang sederhana, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Kegiatan pembukaan diisi dengan sambutan dari OJK, International Labour Organization (ILO), serta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh perwakilan Gubernur NTB melalui jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Kepala OJK Provinsi NTB Rudi Sulistyo mengatakan, Program Desa Berdaya merupakan bagian dari komitmen OJK dalam mendorong sektor jasa keuangan yang inklusif dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan edukasi keuangan, akses pembiayaan, dan pelindungan konsumen dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat desa secara berkelanjutan,” ujar Rudi Sulistyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis 16 April 2026.
Pemerintah Provinsi NTB menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. Program Desa Berdaya diharapkan menjadi pengungkit utama melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai edukasi keuangan dan akses pembiayaan bagi komunitas rentan. Diskusi menghadirkan narasumber dari ILO dan Perkumpulan Gemapalu yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat serta perluasan akses pembiayaan sesuai potensi lokal.
Sehari setelah kegiatan, OJK bersama para pemangku kepentingan melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Lombok Timur untuk meninjau kesiapan calon mitra pendamping dan offtaker dari pelaku usaha binaan Bank NTB Syariah dan Bank Mandiri.
Dalam kunjungan tersebut, diusulkan sejumlah pelaku usaha potensial, antara lain peternak ayam petelur, pengusaha kemiri, dan perajin batik Sasambo, yang dinilai siap berperan sebagai pendamping sekaligus offtaker dalam program.
Ke depan, implementasi Program Desa Berdaya akan terus diperkuat melalui pengembangan ekosistem UMKM desa dan optimalisasi sinergi lembaga keuangan. Upaya ini mencakup perluasan akses layanan keuangan, penguatan pembinaan usaha, hingga mendorong budaya menabung di masyarakat.
Melalui langkah tersebut, Program Desa Berdaya diharapkan mampu menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif dengan menempatkan kesejahteraan keuangan masyarakat sebagai bagian penting dari peningkatan kualitas hidup.(r)


