Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) terus mendorong integrasi data lintas pemerintahan melalui lokakarya integrasi Portal NTB Satu Data dengan Portal PELITA Kementerian Dalam Negeri serta Satu Data kabupaten/kota se-NTB.
Kegiatan yang digelar di Golden Palace Hotel Mataram, Rabu (15/4/2026) ini dibuka oleh Kepala Dinas Kominfotik NTB, Ahsanul Khalik, yang juga menjadi narasumber utama.
Lokakarya tersebut dihadiri perwakilan SKALA Jakarta, Lead SKALA NTB Lalu Anja Kusuma, perwakilan Pusat Data dan Informasi Kementerian Dalam Negeri, serta jajaran Dinas Kominfotik kabupaten/kota se-NTB, tim data Bappeda NTB, dan pengelola data SPM perangkat daerah.
Ahsanul Khalik menegaskan, penguatan kebijakan Satu Data menjadi bagian penting dalam transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
“Ini bukan hanya soal sistem, tetapi bagaimana kita membangun tata kelola pemerintahan berbasis data yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemprov NTB telah memiliki fondasi kebijakan melalui Peraturan Gubernur NTB Nomor 45 Tahun 2021 tentang NTB Satu Data. Kebijakan tersebut diperkuat dengan pembentukan forum data, penetapan daftar data daerah, penyusunan metadata, serta rencana aksi hingga 2029.
Menurutnya, penyelenggaraan NTB Satu Data dilakukan melalui empat tahapan utama, yakni perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan, dan penyebarluasan data.
“Tanpa perencanaan yang baik, data tidak akan relevan. Tanpa validasi, data tidak dapat dipercaya. Dan tanpa diseminasi, data tidak akan bermanfaat,” tegasnya.
Saat ini, NTB telah memiliki 921 jenis data yang diproduksi oleh 43 perangkat daerah, mencakup berbagai indikator pembangunan seperti RPJMD, SPM, hingga prioritas nasional.
Namun demikian, ia mengingatkan tantangan ke depan adalah memastikan konsistensi, standardisasi, serta integrasi data agar benar-benar dimanfaatkan dalam proses perencanaan dan pengambilan kebijakan.
“Tanpa komitmen kabupaten/kota, maka Satu Data hanya akan menjadi sistem, bukan gerakan,” katanya.
Sementara itu, Lead SKALA NTB, Lalu Anja Kusuma, menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan mendorong integrasi menyeluruh antar sistem data di semua level pemerintahan.
“Hajat dari kegiatan ini adalah bagaimana kita mengintegrasikan portal data kabupaten/kota dengan Portal NTB Satu Data, dan selanjutnya diintegrasikan dengan Portal PELITA Kemendagri,” ujarnya.
Ia menilai integrasi tersebut penting untuk meningkatkan akurasi data sekaligus mendukung penyusunan kebijakan oleh pimpinan daerah.
“Integrasi diperlukan agar data yang tersedia benar-benar akurat dan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan,” katanya.
Menurutnya, jika data dari kabupaten/kota telah terhubung dengan provinsi, maka pemanfaatan data akan menjadi lebih cepat dan efektif dalam mendukung pembangunan.
“Ketika data sudah terhubung, maka pemanfaatannya akan jauh lebih cepat untuk mendukung kebutuhan pembangunan,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di NTB ke depan. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemprov NTB Perkuat Integrasi Portal NTB Satu Data dengan PELITA Kemendagri dan Kabupaten/Kota “


