BerandaBerandaKekurangan Kapal Angkut Sapi, Peternak NTB Minta Perhatian Presiden

Kekurangan Kapal Angkut Sapi, Peternak NTB Minta Perhatian Presiden

Mataram (globalfmlombok.com) – Para peternak sapi asal Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto terkait keterbatasan kapal pengangkut ternak di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Lombok Barat. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang truk pengangkut sapi yang akan dikirim ke wilayah Jabodetabek untuk kebutuhan Iduladha.

Penumpukan truk kembali terjadi di kawasan pelabuhan, bahkan hingga memicu kekhawatiran kerugian bagi para peternak. Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima Dompu Indonesia (APPSBDI), Furkan Sangiang, menjelaskan bahwa pengiriman ternak sebenarnya telah dimulai sejak pasca-Idulfitri.

“Pengiriman sudah dimulai sejak 25 Maret, tetapi puncaknya terjadi pada 5 sampai 30 April,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, lonjakan pengiriman menyebabkan peningkatan signifikan jumlah truk yang masuk ke pelabuhan. Jika sebelumnya hanya berkisar 5 hingga 10 truk per hari, sejak awal April jumlahnya melonjak hingga mencapai 40 truk per hari.

Furkan menyebutkan, kuota pengiriman sapi dari Kabupaten Bima ditetapkan sebanyak 17.500 ekor per tahun. Namun, sebagian besar kuota tersebut terserap untuk kebutuhan Iduladha.

“Sebagian besar habis untuk kebutuhan kurban. Tidak semua ke Jabodetabek, ada juga ke Sulawesi,” katanya.

Permasalahan semakin kompleks setelah adanya perubahan mendadak terkait operasional kapal. Dari hasil rapat bersama para pemangku kepentingan, semula disepakati empat kapal akan melayani pengiriman ternak di Pelabuhan Gili Mas. Namun, dua kapal dilaporkan menjalani docking atau perawatan secara tiba-tiba pada 10 April.

“Ini yang membuat kami kecewa, karena terjadi saat puncak pengiriman,” tegasnya.

Akibatnya, terjadi penumpukan tidak hanya pada ternak sapi, tetapi juga komoditas lain seperti jagung. Bahkan, antrean truk dilaporkan mengular hingga sekitar satu kilometer dari area pelabuhan.

Kondisi tersebut memaksa asosiasi bersama pemerintah daerah mengeluarkan imbauan penghentian sementara pengiriman. Namun, kebijakan ini justru menimbulkan persoalan baru, termasuk risiko cedera pada ternak akibat bongkar muat berulang.

“Ada sapi yang patah karena turun naik dari truk. Ini menjadi risiko di lapangan,” ungkap Furkan.

Selain itu, beban biaya juga meningkat karena lamanya antrean. Sejumlah truk harus menunggu hingga 5 sampai 10 hari, sehingga pengemudi meminta tambahan biaya operasional harian.

Furkan menegaskan, momentum pengiriman menjelang Iduladha sangat krusial. Keterlambatan distribusi berpotensi membuat sapi tidak terserap pasar.

“Kami harus tiba di Jakarta minimal 30 sampai 40 hari sebelum Idul Kurban. Kalau terlambat, sapi bisa tidak laku,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini masih terdapat ribuan sapi dari Bima dan Dompu yang belum terkirim. Oleh karena itu, pihaknya meminta perhatian serius dari pemerintah pusat, termasuk kementerian terkait.

“Kami berharap kepada Presiden, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Pertanian untuk membantu. Persoalan ini hampir setiap tahun terjadi,” tegasnya.

Menurutnya, sektor peternakan sapi di Bima dan Dompu memiliki kontribusi ekonomi yang besar, dengan potensi perputaran uang mencapai sekitar Rp500 miliar per tahun, belum termasuk kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Di tengah situasi tersebut, ia juga mengungkap adanya korban jiwa akibat aktivitas distribusi ternak. Dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan, sementara satu korban lainnya mengalami luka serius.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, menyatakan bahwa jumlah truk ternak di Pelabuhan Gili Mas hingga Selasa pagi tercatat sebanyak 51 unit dan telah dijadwalkan berangkat menggunakan kapal Mutiara Sentosa 3 pada sore hari.

“Tidak terjadi penumpukan truk ternak sapi. Yang banyak justru truk pengangkut jagung,” ujarnya.

Meski demikian, para peternak berharap adanya perbaikan sistem distribusi ternak ke depan agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap tahun. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kurang Kapal Pengangkut Sapi, Peternak NTB Minta Perhatian Presiden

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI