BerandaBerandaAntisipasi Daging Impor, Pengusaha Lokal Lotim Bangun Cold Storage

Antisipasi Daging Impor, Pengusaha Lokal Lotim Bangun Cold Storage

Selong (globalfmlombok.com) – Sejumlah pengusaha lokal di Lombok Timur (Lotim) mulai membangun fasilitas tempat penyimpanan dingin atau cold storage guna mengantisipasi masuknya daging impor ke daerah tersebut. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus melindungi produk peternakan lokal.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur, Suryatman Wahyudi, menyebut perkembangan ini sebagai sinyal positif bagi kemandirian sektor peternakan daerah.

“Pengusaha lokal sekarang sudah mulai tumbuh membangun sejumlah cold storage. Langkah ini efektif untuk mengantisipasi hadirnya daging impor,” ujarnya saat meninjau salah satu fasilitas di Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Selasa (14/4/2026).

Sebelumnya, fasilitas serupa juga telah beroperasi di Labuhan Haji. Menurutnya, cold storage tersebut telah mengantongi Nomor Kontrol Peternakan (NKP) dari Disnakeswan Provinsi sebagai salah satu syarat operasional.

Ia mengakui, pembangunan fasilitas penyimpanan dingin membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Namun demikian, upaya ini dinilai sebanding dengan manfaat yang diperoleh, terutama dalam menjaga stabilitas pasokan dan kualitas daging lokal.

Pada tahap awal, pengusaha di Labuhan Lombok memfokuskan penyimpanan untuk daging ayam, mengingat tingginya permintaan masyarakat terhadap produk daging beku.

“Permintaan daging beku cukup tinggi. Lebih baik kita simpan hasil produksi lokal di cold storage daripada mendatangkan daging beku impor,” tegasnya.

Suryatman menambahkan, setiap cold storage wajib memiliki Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV) yang diperoleh melalui proses audit ketat oleh tim dari Dinas Peternakan Provinsi NTB. Audit tersebut mencakup kelengkapan dokumen, standar higienitas, serta kesesuaian prosedur operasional.

Sertifikat NKV menjadi bukti bahwa unit usaha produk hewan telah memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi, sehingga produk yang dihasilkan memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020.

Tidak hanya cold storage, pemerintah daerah juga mendorong seluruh Rumah Pemotongan Hewan (RPH) untuk memiliki sertifikat NKV, bahkan dilengkapi sertifikat halal. Saat ini, di Lombok Timur baru satu RPH ternak besar yang telah mengantongi kedua sertifikat tersebut, yakni RPH Aimel.

“RPH yang ber-NKV di Lombok Timur belum semuanya. Apalagi yang memiliki sertifikat halal, baru satu. Tapi ini akan terus kami dorong,” jelasnya.

Dengan keberadaan cold storage yang tersertifikasi, masyarakat diharapkan semakin yakin terhadap kualitas daging yang dikonsumsi. Fasilitas ini berperan penting dalam menjaga rantai dingin (cold chain) sehingga mutu daging tetap terjaga hingga sampai ke konsumen.

“Ini menjadi jaminan bahwa daging yang dikonsumsi masyarakat tetap aman dan sehat,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Timur pun terus mendorong pengusaha lokal untuk melengkapi perizinan dan sertifikasi guna memperkuat ekosistem peternakan yang mandiri dan berdaya saing. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Antisipasi Daging Impor, Pengusaha Lokal Lotim Mulai Bangun Cold Storage

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI