Mataram – (globalfmlombok.com) – Banjir bandang yang menerjang Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (13/1/2025) malam, menyebabkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur. Peristiwa tersebut juga mengakibatkan satu warga meninggal dunia.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, penanganan banjir tidak boleh hanya difokuskan di wilayah hilir, tetapi harus disertai upaya pencegahan dari hulu. Salah satu langkah penting, menurut dia, adalah memastikan tidak terjadi alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
“Untuk jangka menengah dan panjang, kita harus memperbaiki kondisi bukit-bukit yang sudah gundul. Jika hulunya tidak dibenahi, banjir akan terus berulang,” ujar Iqbal saat meninjau lokasi terdampak, Rabu (14/1/2026).
Selain aspek lingkungan, perhatian juga diarahkan pada perbaikan infrastruktur jalan yang rusak akibat banjir. Iqbal menjelaskan, peningkatan jalan di kawasan tersebut telah masuk dalam usulan pembangunan daerah dan akan dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan fiskal pemerintah.
“Selama ini kita memprioritaskan jalan logistik. Ke depan, kawasan ini akan kita perlakukan sebagai jalur penunjang pariwisata dan akan kita review percepatan penanganannya,” katanya.
Iqbal menuturkan, penanganan banjir di Sekotong akan dilakukan secara bertahap dengan memetakan kebutuhan jangka pendek, menengah, hingga panjang. Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
“Kebutuhan paling mendesak adalah kebutuhan dasar masyarakat, seperti selimut, sembako, dan perlengkapan hidup lainnya. Bantuan sudah disalurkan oleh Pemkab Lombok Barat, Pemprov NTB, serta Baznas Provinsi,” ujarnya.
Selain penyaluran bantuan logistik, penanganan darurat juga difokuskan pada pembersihan drainase dan sungai yang mengalami sedimentasi. Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sepakat mendatangkan alat berat, termasuk ekskavator, untuk mempercepat normalisasi saluran air melalui Dinas PUPR Provinsi dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I, dengan melibatkan masyarakat secara gotong royong.
“Kita sepakat membersihkan drainase terlebih dahulu karena curah hujan masih tinggi. BWS juga akan menurunkan alat berat untuk mengeruk sedimentasi yang sementara dimanfaatkan sebagai tanggul darurat,” kata Iqbal.
Terkait rumah warga yang rusak akibat banjir, pemerintah akan menetapkan status tanggap darurat melalui surat keputusan agar penanganannya dapat dilakukan bersama melalui belanja tidak terduga Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Barat.
Dalam penanganan bencana ini, sejumlah perangkat daerah dan lembaga turut menyalurkan bantuan. Baznas Provinsi NTB menyalurkan bantuan air bersih, beras, dan kebutuhan pokok. Dinas Kesehatan Provinsi NTB memberikan bantuan berupa paket pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita, penjernih air, kaporit, serta abate.
Dinas Sosial Provinsi NTB menyalurkan berbagai bantuan logistik, antara lain beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, kecap manis, saus sambal, kasur, selimut, terpal, family kit, kids ware, serta tenda gulung. Bantuan tambahan juga disalurkan untuk kebutuhan makanan anak, makanan siap saji, serta perlengkapan hunian sementara.
Dukungan juga datang dari APBD Kabupaten Lombok Barat dan BPBD Provinsi NTB berupa kebutuhan harian, air bersih, mie instan, dan terpal. Pemerintah Desa Persiapan Pengantap turut menyalurkan bantuan sandang dan logistik kepada warga terdampak.
Usai meninjau lokasi banjir di Sekotong, Gubernur NTB melanjutkan peninjauan ke Desa Kabul, Kabupaten Lombok Tengah. Menurut Iqbal, penanganan di wilayah tersebut akan dilakukan dengan pola yang sama, mencakup langkah jangka pendek, menengah, dan panjang. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Jangan Asal Keluarkan Izin Pemanfaatan Lahan “


