BerandaBerandaGunung Tambora Naik ke Level Waspada, Radius Aman Ditetapkan 3 Kilometer

Gunung Tambora Naik ke Level Waspada, Radius Aman Ditetapkan 3 Kilometer

Dompu (globalfmlombok.com) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status aktivitas Gunung Tambora dari level Normal menjadi Waspada. Peningkatan status ini dipicu oleh naiknya aktivitas vulkanik di Doro Afi Toi yang berada di kawah puncak Tambora sejak Februari 2026 hingga akhirnya status dinaikkan pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Dengan status tersebut, masyarakat maupun pengunjung diminta untuk tidak memasuki atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.

“Radius 3 kilometer ini berada di kawah Gunung Tambora. Peningkatan aktivitas vulkanik ini terjadi pada Doro Afi Toi dan Doro Afi Bou yang berada dalam kaldera Tambora,” ungkap Pengamat Pos Pengamatan Gunungapi Tambora di Desa Doro Peti, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Rasyidin, saat dihubungi, Rabu (11/3/2026) pagi.

Ia menegaskan, masyarakat dan pengunjung dilarang turun ke dasar kaldera serta mendekati kerucut parasit Doro Afi Toi maupun Doro Afi Bou. Pendaki juga diminta tidak mendekati lubang-lubang tembusan gas yang terdapat di dasar kaldera.

Menurutnya, peningkatan aktivitas ini berpotensi menimbulkan bahaya guguran atau longsoran batuan pada tebing dan dinding kaldera. Kondisi tersebut dapat terjadi sewaktu-waktu akibat ketidakstabilan lereng di kawasan kaldera.

Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Geologi, pada Januari 2026 tercatat sebanyak 267 kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA). Jumlah ini meningkat signifikan pada Februari 2026 menjadi 453 kejadian.

Peningkatan jumlah gempa tersebut mengindikasikan adanya peningkatan tekanan fluida magmatik serta suplai magma dari kedalaman menuju sistem magma yang lebih dangkal di bawah tubuh Gunung Tambora.

Pada periode 1–9 Maret 2026, aktivitas seismik juga masih cukup intensif. Dalam rentang waktu tersebut tercatat 9 kejadian gempa guguran, 88 kejadian gempa vulkanik dalam, 40 kejadian gempa tektonik lokal, serta 24 kejadian gempa tektonik jauh.

Dominasi gempa vulkanik dalam menunjukkan proses dinamika magmatik di bawah tubuh gunung masih berlangsung dan berpotensi memicu peningkatan aktivitas pada periode selanjutnya.

Secara visual, kondisi puncak gunung umumnya teramati jelas hingga tertutup kabut, dengan asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan. Kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan arah angin bertiup lemah hingga kencang menuju berbagai arah, yakni utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Suhu udara di sekitar gunung berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius.

Rasyidin mengatakan, setelah penetapan status Waspada, aktivitas gempa vulkanik dalam sempat mengalami penurunan. Namun kondisi tersebut belum cukup untuk menurunkan status aktivitas gunung.

“Butuh waktu untuk mengamati aktivitas vulkanik Gunung Tambora. Data hasil pengamatan itu dilakukan analisa dengan membandingkan antar bulan selanjutnya,” ujarnya.

Masyarakat dan pengunjung diingatkan untuk terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Tambora serta menjauhi daerah terlarang dalam radius 3 kilometer.

Status waspada juga masih melekat pada Gunung Rinjani di Lombok dan Gunung Sangiang di Bima setelah mengalami peningkatan aktivitas beberapa waktu lalu.

“Jadi harus tetap waspada,” katanya mengingatkan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gunung Tambora Naik Status Waspada, Radius Aman di Jarak 3 Kilometer

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI