BerandaBerandaSebanyak 1.457 Perempuan di Lobar Menjadi Kepala Keluarga

Sebanyak 1.457 Perempuan di Lobar Menjadi Kepala Keluarga

Giri Menang, (globalfmlombok.com) – Sebanyak 1.457 perempuan di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menjalani peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus kepala keluarga. Mereka menjadi tulang punggung keluarga dan dinilai membutuhkan intervensi serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar.

Mentor Akademi Paradigta Indonesia, Sri Handayani, mengungkapkan data tersebut dihimpun Yayasan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Ribuan perempuan kepala keluarga itu tersebar di enam kecamatan, yakni Kediri, Labuapi, Gerung, Kuripan, Narmada, dan Lingsar. Sementara itu, empat kecamatan lainnya belum masuk dalam program PEKKA.

“Secara keseluruhan ada 1.457 perempuan kepala keluarga yang sudah kami himpun datanya. Namun, yang bisa diintervensi sejauh ini masih sebagian kecil,” kata Sri.

Salah satu bentuk intervensi dilakukan melalui program Akademi Paradigta PEKKA yang memberikan pendidikan, pemberdayaan, dan kewirausahaan selama tiga bulan. Program tersebut diakhiri dengan wisuda peserta, seperti yang digelar Rabu (11/2/2026) oleh Akademi Paradigta PEKKA bersama TP-PKK Kecamatan Gerung.

Pada wisuda tersebut, sebanyak 40 peserta dinyatakan lulus, masing-masing 20 orang dari Desa Giri Tembesi dan 20 orang dari Desa Suka Makmur. Para peserta menempuh pendidikan selama dua hingga tiga bulan dengan frekuensi pertemuan dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Selama masa pembelajaran, terdapat enam modul yang diajarkan, di antaranya modul Sungai Kehidupan yang mengajak peserta merefleksikan perjalanan hidup melalui sejumlah peristiwa penting sejak kecil hingga dewasa. Selain itu, terdapat materi kewirausahaan yang membekali peserta dengan pelatihan berusaha dan pembuatan pasar lokal, serta materi pengorganisasian masyarakat melalui pembentukan kelompok PEKKA.

“Saat ini sudah terbentuk tiga kelompok PEKKA di Desa Giri Tembesi. Setelah mengikuti sekolah Akademi Paradigta, peserta mendapatkan sertifikat dan karya tulis yang mereka buat sendiri,” ujarnya.

Khusus di Kecamatan Gerung, pelaksanaan Akademi Paradigta dikolaborasikan dengan Tim Penggerak PKK desa dan kabupaten dengan dukungan dana desa. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas kader perempuan desa agar mampu berpartisipasi aktif dalam musyawarah desa, perencanaan pembangunan, dan pengawasan kebijakan desa.

“Ada dua desa yang kami kolaborasikan, yakni Desa Giri Tembesi dan Desa Suka Makmur,” katanya.

Program ini menyasar perempuan yang memenuhi kriteria sebagai kepala keluarga, antara lain cerai hidup atau cerai mati, memiliki suami yang sakit, suami merantau ke luar negeri, atau perempuan yang menyatakan diri sebagai kepala keluarga dengan dukungan suami.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD, PNF, dan Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, Tajuddin, menyatakan pihaknya memberikan perhatian terhadap pendidikan nonformal bagi perempuan. Menurut dia, Dikbud memiliki Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan menjalin kerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk mendukung peningkatan keterampilan perempuan.

“Kami menyarankan desa untuk terus memperbarui dan memberikan program bagi perempuan agar mengikuti kursus di LKP,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat sekitar 30 LKP di Lombok Barat. Pihaknya mendorong agar lembaga-lembaga tersebut terus memperbarui izin operasional agar tetap aktif dan mendapat dukungan program dari pemerintah pusat.

“Kita sarankan untuk terus memperbarui izinnya. Kalau sudah mau berakhir agar diperpanjang kembali,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” 1.457 Perempuan di Lobar Jalani Peran Ganda Menjadi Kepala Keluarga “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI