TANJUNG, (globalfmlombok.com) — Gaung pariwisata di Kabupaten Lombok Utara mendapat suntikan moril dari Kementerian Pariwisata RI. Dari 125 program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026, dua di antaranya diselenggarakan di Lombok Utara, yaitu Gili Festival dan Maulid Adat Bayan.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budiastuti, SE., MM., mengatakan, kedua event tersebut telah resmi masuk ke dalam Kalender Event Nasional setelah melalui tahap seleksi ketat berbasis kualitas konsep, kekuatan budaya, keberlanjutan program, dan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Dua event ini menjadi representasi bahwa pariwisata Lombok Utara tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga identitas budaya,” ujar Denda, Selasa (10/2).
Gili Festival kembali masuk KEN untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Sejak pertama digelar pada 2023, festival ini mendapat antusiasme tinggi dari wisatawan maupun masyarakat desa Gili Indah.
Sementara itu, Maulid Adat Bayan yang digelar setiap tahun oleh masyarakat adat Kecamatan Bayan, langsung lolos kurasi KEN pada pengusulan pertamanya. Event ini mendapat perhatian publikasi luas dari wisatawan, kreator konten, hingga media mainstream.
“Maulid Adat Bayan menembus kurasi KEN karena tradisi lokal ini dinilai memiliki nilai otentikasi dan daya tarik wisata nasional,” ungkap Denda.
Penilaian positif Maulid Adat oleh tim kurator didasarkan pada orisinalitas ritual, kesinambungan tradisi, serta keterlibatan komunitas adat secara langsung. Event ini dinilai bukan sekadar tontonan, tetapi representasi hidup dari warisan budaya masyarakat yang terjaga selama bertahun-tahun di Kecamatan Bayan.
Setiap event yang masuk KEN akan mendapatkan dukungan promosi nasional. Ekspos ini diharapkan meningkatkan angka kunjungan wisatawan ke Lombok Utara dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal.
“Dengan masuknya dua event ini ke KEN 2026, pariwisata Lombok Utara diharapkan semakin dikenal secara nasional,” kata Denda. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gili Festival dan Maulid Adat Bayan Masuk KEN 2026“


