BerandaPemerintahanLombok TengahPAAP NTB Sebut Jangan Terburu-buru Menuding SPPG dalam Dugaan Keracunan MBG di...

PAAP NTB Sebut Jangan Terburu-buru Menuding SPPG dalam Dugaan Keracunan MBG di Beber Lombok Tengah, Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Mataram (globalfmlombok.com) – Kasus dugaan keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah (Loteng) harus disikapi secara serius, tetapi tetap objektif. Jangan sampai persoalan yang menyangkut keselamatan anak-anak justru menimbulkan tuduhan sepihak sebelum penyebab sebenarnya terungkap.

Sekjen PAAP NTB, Muhammad Zulkarnaen, S.H.,, mengatakan, bahwa pihak kepolisian perlu melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan sumber persoalan. Perlu dibuktikan apakah dugaan keracunan tersebut benar-benar disebabkan oleh proses pengolahan atau distribusi makanan dari SPPG, atau terdapat faktor lain setelah makanan sampai di sekolah, termasuk proses penyimpanan maupun keterlambatan pembagian.

“Jangan sampai SPPG langsung dijadikan pihak yang paling bertanggung jawab sebelum hasil pemeriksaan dan penyelidikan menunjukkan fakta yang sebenarnya. Semua kemungkinan harus diperiksa secara objektif,” tegas Muhammad Zulkarnaen.

Menurutnya, informasi bahwa tidak semua sekolah yang menerima makanan dari dapur SPPG yang sama mengalami kejadian serupa juga perlu menjadi perhatian. Fakta tersebut harus diuji secara ilmiah dan menjadi bagian dari penyelidikan untuk mengetahui di titik mana persoalan sebenarnya terjadi.

Jika hasil penyelidikan membuktikan adanya kelalaian dari pihak SPPG, maka tentu harus ada pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum. Namun apabila ditemukan bahwa persoalan terjadi setelah makanan sampai di sekolah, termasuk karena keterlambatan pembagian atau faktor penyimpanan, maka pihak yang terbukti bertanggung jawab juga harus dimintai pertanggungjawaban secara proporsional.

PAAP NTB meminta seluruh pihak tidak saling menyalahkan dan menyerahkan proses pengungkapan kepada aparat penegak hukum serta instansi berwenang. Yang paling utama adalah memastikan keselamatan anak-anak dan mengungkap penyebab kejadian berdasarkan fakta dan bukti.

“Yang kita butuhkan bukan siapa yang paling cepat disalahkan, tetapi siapa yang sebenarnya bertanggung jawab berdasarkan hasil penyelidikan. Polisi harus mengungkap secara terang dari mana sumber masalahnya, apa penyebabnya, dan siapa yang harus bertanggung jawab,” tutupnya. (r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI