Mataram (globalfmlombok.com) – Muhamad Ihwan resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi NTB oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, Kamis (9/4/2026). Ia menegaskan komitmennya untuk menjadikan kebudayaan tidak hanya sebatas dilestarikan, tetapi juga sebagai kekuatan utama dalam mendorong kemajuan daerah.
Mantan Kepala Balai Arsip Statis dan Tsunami Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Aceh ini menyebut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar, mengingat NTB memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam.
“Tidak hanya berhenti pada pelestarian, tetapi juga pengembangan dan pemanfaatan kebudayaan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah,” ujarnya kepada Suara NTB, Jumat (10/4/2026).
Menurut Ihwan, NTB memiliki potensi besar mulai dari tradisi, bahasa, seni pertunjukan hingga kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat. Ke depan, potensi tersebut akan dikelola secara lebih terarah agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan, kebudayaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi bagian penting dalam penguatan identitas daerah dan penggerak ekonomi. Hal itu akan dilakukan melalui sinergi dengan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.
Langkah tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi NTB “Makmur Mendunia”, di mana kebudayaan menjadi fondasi untuk memperkenalkan daerah ke tingkat nasional maupun global.
Selain itu, Disbud NTB akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, komunitas budaya, perguruan tinggi, pelaku seni, hingga media, agar pengembangan kebudayaan berjalan inklusif dan berkelanjutan.
“Yang tidak kalah penting, kami ingin memastikan generasi muda NTB menjadi bagian dari gerakan kebudayaan ini. Karena masa depan kebudayaan ada di tangan mereka,” katanya.
Ihwan sendiri merupakan birokrat kelahiran Bima yang meniti karier di bidang arsip dan dokumentasi sejak menjadi PNS pada 1998. Ia merupakan alumnus Universitas Merdeka Malang dan Universitas Moestopo Beragama, serta pernah menduduki berbagai jabatan strategis di ANRI.
Sejumlah karyanya di bidang kearsipan juga telah dipublikasikan, di antaranya terkait pemanfaatan arsip sebagai alternatif pengembangan wisata dan pendidikan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam merumuskan kebijakan kebudayaan yang adaptif dan berbasis pengetahuan. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kebudayaan Tidak Hanya Lestari, tapi Jadi Kekuatan Utama “


