Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram akan mengambil tindakan tegas terhadap juru parkir yang memanfaatkan median taman jalan sebagai lokasi parkir kendaraan.
Langkah ini menyusul laporan masyarakat terkait dugaan oknum juru parkir yang memarkirkan kendaraan di median taman Jalan Sodjono, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela.
Pantauan Suara NTB di lokasi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 21.00 Wita menunjukkan sedikitnya 10 unit sepeda motor terparkir di atas median jalan tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkawin, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan menurunkan koordinator lapangan (korlap) parkir untuk melakukan penertiban.
Menurutnya, median taman jalan jelas bukan area yang diperuntukkan sebagai lahan parkir kendaraan.
“Ini sudah melanggar aturan. Jelas bukan lahan parkir karena itu median taman jalan. Nanti kita minta korlap untuk menertibkan,” ujarnya, Senin (9/3).
Untuk mencegah kejadian serupa, Dishub Kota Mataram juga terus melakukan patroli di sejumlah ruas jalan, khususnya di jalan protokol yang rawan munculnya parkir liar dan berpotensi menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Terkait rencana penindakan seperti penggembokan kendaraan roda empat yang parkir di bahu jalan, terutama menjelang Idulfitri di kawasan bisnis seperti Jalan Panca Usaha dan Jalan Sriwijaya, Zulkawin mengatakan pihaknya akan lebih mengedepankan pendekatan persuasif terlebih dahulu.
“Kita imbau dulu, karena ini bulan Ramadan. Kalau langsung kita gembok justru bisa memicu kemacetan,” jelasnya.
Dishub sebelumnya juga telah memetakan sejumlah titik parkir yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas selama Ramadan. Selain pengaturan lalu lintas, potensi kebocoran retribusi parkir juga menjadi perhatian.
Mantan Camat Selaparang ini menegaskan penanganan parkir selama Ramadan telah disiapkan bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran. Kendaraan nantinya akan diarahkan untuk parkir di lokasi atau kantong parkir yang telah disediakan.
Ia mengakui aktivitas masyarakat meningkat, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Oleh karena itu, pengguna jasa parkir diimbau melakukan transaksi secara tunai agar pendapatan parkir dapat tercatat dengan baik.
Zulkawin menyebutkan beberapa titik parkir baru yang kerap muncul antara lain di Jalan Airlangga, Jalan Majapahit, Jalan Pemuda, Jalan Sandubaya, dan Jalan Gajah Mada. Lokasi-lokasi tersebut akan diawasi secara ketat guna mencegah kebocoran retribusi serta munculnya juru parkir liar.
Ia menambahkan, sebanyak 23 koordinator lapangan juru parkir tidak hanya bertugas memantau titik parkir, tetapi juga mengatur kendaraan agar tetap tertib.
“Artinya mereka tidak hanya mengejar pendapatan parkir, tetapi juga memastikan ketertiban kendaraan,” pungkasnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Parkir di Median Taman Jalan, Jukir Nakal di Mataram akan Ditindak “


