BerandaBerandaKepala Bapenda NTB, dr. Jack Tutup Usia di Jakarta

Kepala Bapenda NTB, dr. Jack Tutup Usia di Jakarta

Mataram (globalfmlombok.com) – Kabar duka menyelimuti Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra meninggal dunia pada usia 57 tahun di Jakarta, Selasa (10/3/2026) malam.

Informasi yang dihimpun, dr. Lalu Herman yang akrab disapa dr. Jack meninggal dunia di kediamannya di Jakarta. Saat ini jenazah masih berada di Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Center (MMC), Jakarta Selatan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. Ahsanul Khalik membenarkan kabar meninggalnya pejabat tersebut.

“Ya benar,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi Suara NTB.

Berdasarkan data RSUD NTB, Lalu Herman Mahaputra lahir pada 10 November 1968 di Pancor, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur. Di lingkungan birokrasi NTB, ia dikenal sebagai sosok yang ramah, dipercaya banyak pihak, serta berani dalam mengambil keputusan dan kebijakan.

Kariernya cukup panjang di bidang kesehatan. Sebelum menjabat Kepala Bapenda NTB, ia menjabat Direktur RSUD Provinsi NTB selama sekitar lima tahun. Sebelumnya, ia juga pernah memimpin RSUD Mataram yang kini bernama RSUD Moh. Ruslan, Kota Mataram.

Di luar birokrasi, dr. Jack juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB serta Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) NTB.

Selama memimpin RSUD Provinsi NTB, ia tercatat melakukan berbagai pengembangan layanan rumah sakit. Pada 2022, RSUD NTB membangun gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) enam lantai yang dilengkapi fasilitas IGD Covid hingga trauma center. Di bawah kepemimpinannya, pendapatan rumah sakit juga meningkat signifikan dari sekitar Rp12 miliar menjadi Rp50 miliar.

Pada awal 2026, dr. Jack mendapat kepercayaan menjabat Kepala Bapenda NTB melalui mutasi pejabat pada 9 Januari 2026. Dalam waktu singkat, ia sempat menarik perhatian publik setelah berani menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) NTB mencapai Rp7 triliun, di tengah keterbatasan fiskal daerah dengan APBD NTB 2026 sekitar Rp5,6 triliun.

Ahsanul Khalik menjelaskan penugasan dr. Jack sebagai Kepala Bapenda didasarkan pada kapasitas kepemimpinan, manajerial, serta pengalaman tata kelola yang dinilai relevan dengan kebutuhan organisasi.

Menurutnya, meskipun berlatar belakang profesi kedokteran, dr. Jack juga memiliki pengalaman sebagai pelaku usaha dan pemimpin organisasi yang memahami manajemen keuangan, pengambilan keputusan berbasis kinerja, serta pengembangan sistem yang berorientasi pada hasil.

“Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan tantangan Bapenda ke depan, terutama dalam mempercepat proses bisnis, memperkuat sistem pemungutan pajak dan retribusi daerah, serta meningkatkan PAD secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penugasan tersebut juga mencerminkan pendekatan kepemimpinan modern dalam birokrasi yang tidak hanya melihat latar belakang profesi, tetapi juga kapasitas adaptif, visi manajerial, dan keberanian melakukan pembaruan sistem.

“Dengan gaya kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan berorientasi pada perbaikan sistem, Pemerintah Provinsi NTB meyakini dr. Jack memiliki kapasitas untuk mendorong transformasi tata kelola di Bapenda,” pungkasnya. (era)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kepala Bapenda NTB, dr. Jack Tutup Usia di Jakarta

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI