BerandaBerandaDikeluhkan Warga, Pemkab Lobar Jelaskan Penyebab Mesin Pengolah Sampah Masaro Ngadat

Dikeluhkan Warga, Pemkab Lobar Jelaskan Penyebab Mesin Pengolah Sampah Masaro Ngadat

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Mesin pengolah sampah dengan teknologi Masaro di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dilaporkan belum beroperasi optimal. Mesin yang ditempatkan di dua titik strategis, yakni Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Senteluk dan Pusat Daur Ulang (PDU) Lingsar tersebut bahkan disebut sempat mengalami gangguan meski baru beberapa bulan digunakan.

Proyek pengadaan mesin tersebut diketahui menelan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk masing-masing unit. Namun dari informasi yang berkembang di masyarakat, mesin tersebut belum bekerja maksimal. Bahkan, setelah sekitar tiga bulan beroperasi, mesin disebut mengalami gangguan atau ngadat.

Kondisi ini memunculkan keluhan dari warga. Salah seorang warga Batulayar Jajap mempertanyakan kualitas alat yang dibeli dengan biaya besar tersebut. Ia menilai masyarakat berhak mendapatkan penjelasan terkait kondisi mesin yang belum berfungsi optimal.

Menurutnya, pemerintah perlu bersikap transparan agar masyarakat tidak hanya merasakan dampak bau sampah tanpa adanya pengolahan yang maksimal.

Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lobar, H. Rizky Bani Adam memberikan penjelasan terkait kondisi mesin pengolah sampah tersebut.

“Kami menyikapi keluhan masyarakat terkait tidak beroperasinya mesin peralatan pengolahan sampah Masaro di TPST Senteluk,” ujar Rizky melalui video resmi Diskominfotik Lobar.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, saat ini peralatan pengolahan sampah Masaro masih berada dalam masa pemeliharaan. Hal itu disebabkan adanya perbaikan pada bagian blower di mesin insinerator Masaro.

Selain itu, seperti halnya mesin lainnya, peralatan pengolahan sampah Masaro juga memiliki kondisi kerja tertentu agar dapat beroperasi secara optimal.

Rizky menjelaskan, mesin Masaro dirancang untuk memproses sampah kering yang sudah terpilah. Dari proses tersebut nantinya dihasilkan produk bernilai ekonomis seperti kompos dan pupuk cair dengan kapasitas pengolahan sekitar 20 ton per hari.

Namun mesin tersebut hanya dapat bekerja maksimal jika sampah yang diolah sudah dalam kondisi kering dan telah dipilah sebelumnya.

“Sampah yang diproses dengan Masaro ini adalah sampah yang baru tiba di TPST,” jelasnya.

Sementara untuk sampah lama yang masih menumpuk di lokasi pengolahan, pemerintah daerah akan mengangkutnya secara bertahap ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok.

Ia menambahkan, mesin pengolah sampah Masaro merupakan fasilitas bersama yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh masyarakat.

Karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat Lombok Barat untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah tangga, terutama antara sampah organik dan anorganik sebelum dibuang atau diangkut oleh petugas.

“Pemilahan sampah dari rumah tangga ini sangat membantu proses pengolahan sampah di tempat pengolahan serta mempercepat kerja petugas di lapangan,” katanya.

Selain mempermudah proses pengolahan, pemilahan sampah juga diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dikeluhkan Warga, Pemkab Lobar Ungkap Penyebab Mesin Sampah Masaro Ngadat

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI