Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPA) NTB belum menyalurkan air bersih meski NTB kini tengah berada di puncak musim kering. Hal ini bukan tanpa alasan, melainkan permintaan alokasi air bersih masih bisa ditangani oleh Dinas Sosial kabupaten/kota.
Demikian disampaikan Kepala Dinsos PPA NTB, Ahmad Masyhuri. Ia mengatakan, pihaknya kini memiliki tiga mobil tanki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter. Hingga kini, belum ada permintaan langsung ke Dinas Sosial PPA NTB berkaitan dengan air bersih. Namun, beberapa Dinas Sosial kabupaten/kota telah ada yang membantu menyalurkan.
“Nah, tapi saya dapat info teman-teman di Kabupaten Kota sudah jalan mobil tanki. Itu bagian dari Dinas Sosial. Ya, jadi teman-teman jalan,” ujarnya, Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia menambahkan, penyaluran air bersih dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat. Karena itu, pihaknya perlu mengetahui lokasi yang membutuhkan bantuan agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sasaran. Meski belum menerima permintaan langsung di tingkat provinsi, Masyhuri menegaskan bahwa bantuan tetap akan diberikan apabila masyarakat membutuhkan dan mengajukan permohonan.
“Tapi kalau ada yang minta, kita layani,” tegasnya.
Terkait kondisi kekeringan, mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM itu mengakui bahwa wilayah yang mengalami kekeringan memang sudah mulai kering. Namun, ia memilih tidak berspekulasi mengenai tingkat keparahan krisis air bersih karena penanganan masih dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dan BPBD.
“Sebenarnya kalau kering, sudah kering ya. Tapi saya mengatakan belum ada permintaan,” katanya.
Sementara itu, mengenai jumlah keseluruhan mobil tangki yang tersedia di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, ia menyebut masing-masing daerah memiliki armada sendiri. Masing-masing Dinsos di daerah memiliki satu mobil tanki, sementara provinsi memiliki tiga, sehingga total armada yang dimiliki oleh seluruh Dinsos di 11 kabupaten/kota di NTB berjumlah 13 mobil.
“Ya, masing-masing Kabupaten/Kota punya. Dari Kementerian Sosial itu sama-sama satu,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Pennggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sadimin sempat mengaku pihaknya meminta tambahan 200 tangki air untuk mengatasi kekeringan yang melanda sebagian besar wilayah NTB. Dari 200 tangki tersebut, akan didistribusikan masing-masing 100 tangki untuk mencukupi kebutuhan di Pulau Lombok, dan 100 tangki untuk masyarakat yang ada di wilayah Sumbawa.
Diakuinya, sembilan kabupaten/kota di NTB kini dilanda kekeringan. Kondisi itu mencakup 227 desa di 66 kecamatan. Meski hampir seluruh daerah di NTB mulai terdampak kekeringan, Pemprov belum mengambil kebijakan untuk mengajukan Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk mengatasi kasus ini.
“Sementara belum. Nanti kita tunggu, kebutuhannya sekarang masih bisa kita cukupi. Yang ada sekarang nambah 100 tangki untuk Pulau Sumbawa, 100 untuk Lombok,” ujarnya bulan September lalu.
Distribusi tangki air tersebut nantinya dilakukan berdasarkan permintaan dan kebutuhan di masing-masing wilayah. Di samping itu, pemerintah juga masih mengandalkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. (era)


