Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melantik 33 pejabat eselon II, III, dan IV di lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Kamis (9/4/2026) sore. Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Gubernur ini merupakan hasil dari proses seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebelumnya, Gubernur juga melantik Abul Chair sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) NTB. Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 13 di antaranya merupakan pimpinan OPD atau pejabat eselon II.
Adapun pejabat eselon II yang dilantik antara lain Lalu Kusuma Wijaya sebagai Kepala Dinas PUPR NTB, Dr. Syamsul Hadi sebagai Kepala Dinas Dikpora NTB, Lalu Wiranata sebagai Kepala Dinas Perindag, serta Muhammad Ihwan sebagai Kepala Dinas Kebudayaan NTB.
Selain itu, Gubernur juga melantik Lalu Mirza Amir Hamzah sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Didik Mahmud Gunawan Hadi sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Amir sebagai Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, serta Yus Harudian Putra sebagai Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan Setda NTB.
Untuk jajaran RSUD Provinsi NTB, dilantik drg. H. Asrul Sani sebagai Direktur, Baiq Nelly Kusumawati Ma’ruf sebagai Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan, Srianingsih sebagai Wakil Direktur Umum dan Operasional, I Putu Aryawan Prayoga sebagai Wakil Direktur SDM, Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian, serta dr. Adi Wira Perdana sebagai Wakil Direktur Pelayanan.
Selain itu, sebanyak 13 pejabat eselon III dan delapan pejabat eselon IV juga turut dilantik dalam kesempatan tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pelantikan ini bukan akhir dari proses, melainkan awal dari masa uji kinerja selama enam bulan ke depan.
“Hari ini teman-teman sudah dilantik sebagai eselon II, III, dan IV, tapi proses kita belum selesai. Enam bulan ke depan ini adalah masa probation yang kami bangun sebagai tradisi,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh pejabat yang dilantik wajib menandatangani perjanjian kerja sebagai bentuk komitmen terhadap target kinerja yang telah ditetapkan.
“Kalau dalam enam bulan target tidak tercapai, mohon maaf, harus dengan sukarela mengundurkan diri dari jabatan ini,” tegasnya.
Iqbal juga menekankan bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat kinerja pemerintahan, mengingat waktu efektif masa kepemimpinan yang tersisa sekitar empat tahun.
“Tidak ada alasan lagi untuk tidak berlari kencang. Waktu kita terbatas,” katanya.
Ia menyadari bahwa setiap keputusan publik tidak akan bisa memuaskan semua pihak. Namun, sebagai pemimpin, ia harus mengambil keputusan yang dianggap terbaik demi kepentingan daerah.
“Tidak ada keputusan publik yang menyenangkan semua orang. Tapi ini adalah keputusan terbaik yang bisa saya ambil. Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi,” pungkas mantan Duta Besar RI untuk Turki tersebut. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gubernur NTB Lantik 13 Pimpinan OPD Hasil Seleksi Terbuka “


