Selong (globalfmlombok.com) — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian mendorong Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk berperan sebagai pusat produksi bawang putih nasional guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Dorongan tersebut disampaikan seiring capaian produktivitas pertanian NTB yang dinilai semakin menguat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, penetapan NTB sebagai sentra produksi bawang putih nasional didasarkan pada keunggulan geografis serta tingkat produktivitas kawasan Sembalun yang mampu menghasilkan bawang putih berkualitas dan berdaya saing.
Selain bawang putih, Mentan juga mendorong NTB berkembang sebagai pusat produksi jagung nasional. Menurut dia, potensi sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia NTB dinilai mampu menopang kebutuhan pakan ternak, baik untuk Pulau Jawa maupun wilayah lain.
“Bisa. Orangnya ramah, orangnya baik. Insya Allah pasti bisa. Dan Insya Allah NTB bisa menyuplai pakan ke Pulau Jawa, bahkan ke negara lain,” ujar Amran.
Untuk menjaga stabilitas harga hasil panen, pemerintah menawarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu skema penyerapan hasil pertanian langsung dari petani. Program tersebut diharapkan dapat menekan fluktuasi harga sekaligus menjaga pendapatan petani, terutama saat panen raya.
Mentan juga menekankan pentingnya penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar lebih aktif mendampingi petani di lapangan. PPL diharapkan menjadi teladan melalui pengembangan kebun percontohan di wilayah tugas masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Amran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, serta seluruh elemen masyarakat NTB atas dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Ia menyebut target swasembada yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil direalisasikan dalam waktu satu tahun.
“Ini capaian yang luar biasa. Janji empat tahun kepada rakyat Indonesia, Alhamdulillah tercapai dalam satu tahun. Stok pangan juga tertinggi sepanjang Indonesia merdeka. Karena itu, Bapak Presiden menyampaikan terima kasih,” katanya.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB untuk mengawal kebijakan tersebut secara serius dan berkelanjutan. Menurut dia, penguatan sektor pangan merupakan bagian dari strategi besar pembangunan daerah.
“Kami tidak ingin NTB hanya menjadi lokasi tanam, tetapi menjadi pusat ekosistem pangan. Mulai dari benih, produksi, pascapanen, hingga hilirisasi. Penetapan ini akan kami kawal dengan penguatan produksi, ketersediaan benih, dukungan pembiayaan petani, serta sinergi lintas sektor,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, NTB siap mengambil peran strategis sebagai penyangga pangan nasional untuk komoditas bawang putih dan jagung, sekaligus memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh petani.
“Target kami jelas, petani harus sejahtera, rantai pasok harus kuat, dan NTB menjadi salah satu pilar utama ketahanan pangan Indonesia,” katanya.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, Pemprov NTB optimistis pengembangan bawang putih dan jagung dapat berjalan terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional dan menggerakkan ekonomi pedesaan. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Panen Melimpah, NTB Ditetapkan sebagai Sentra Jagung dan Bawang Putih “


