Kota Bima (globalfmlombok.com) – Kementerian Kesehatan RI memastikan dukungan pemenuhan alat kesehatan (alkes) dan ambulans untuk RSUD Kota Bima yang direncanakan terealisasi pada tahun 2027.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin saat menerima audiensi Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin bersama jajaran Dinas Kesehatan serta Direktur RSUD Kota Bima di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (4/3).
Pertemuan itu membahas rencana pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan di RSUD Kota Bima, puskesmas, hingga Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas serta mutu pelayanan kesehatan primer dan rujukan di daerah.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan Kementerian Kesehatan akan mendukung pemenuhan standar sarana dan prasarana medis di RSUD Kota Bima. Dukungan tersebut termasuk penyediaan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk menunjang operasional rumah sakit.
“Kemenkes akan memberikan dukungan dalam pemenuhan standar sarana dan prasarana medis, termasuk penyediaan alat kesehatan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Selain itu, Menkes juga mendorong Pemerintah Kota Bima untuk menambah kapasitas ruang rawat inap agar jumlah tempat tidur rumah sakit sesuai dengan rasio jumlah penduduk.
Terkait dukungan fasilitas, ia menegaskan pengadaan alat kesehatan dan ambulans diupayakan dapat direalisasikan pada tahun 2027.
“Untuk alkes dan ambulans diusahakan bisa diwujudkan pada tahun 2027,” katanya.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya pemenuhan tenaga kesehatan di daerah, khususnya dokter spesialis. Pemerintah daerah didorong untuk memprioritaskan tenaga kesehatan dari putra-putri asli daerah.
“Kemenkes mendorong pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, agar dapat diprioritaskan tenaga dari putra-putri asli daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan atas dukungan terhadap pembangunan dan peningkatan fasilitas layanan kesehatan di Kota Bima.
Menurutnya, pembangunan RSUD Kota Bima tidak sekadar proyek infrastruktur, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menjamin keselamatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pembangunan RSUD ini dipandang bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan sebagai investasi jangka panjang untuk menjamin keselamatan serta meningkatkan kualitas hidup warga Kota Bima dan sekitarnya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan RSUD Kota Bima dirancang memiliki kapasitas 100 tempat tidur dan dibangun melalui skema pembiayaan tahun jamak (multi years). Sumber pembiayaan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan serta dukungan Dana Alokasi Umum (DAU) Pemerintah Kota Bima.
Secara fisik, gedung utama RSUD Kota Bima telah rampung pada 26 Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir pekerjaan berupa finishing serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Masa kontrak pembangunan berlangsung hingga Juli 2026.
Pemindahan peralatan medis dan persiapan operasional dijadwalkan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Sementara peresmian RSUD Kota Bima direncanakan pada Agustus 2026 setelah seluruh pembangunan, termasuk gedung rawat inap, selesai sepenuhnya. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Kemenkes akan Beri Bantuan Alkes dan Ambulans “


