Praya (globalfmlombok.com) – Tingkat keterisian atau okupansi hotel di kawasan The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), mengalami peningkatan signifikan sejak sepekan menjelang ajang budaya tahunan Bau Nyale. Rata-rata okupansi hotel saat ini telah mencapai 90 persen, bahkan sejumlah hotel mencatatkan kondisi penuh atau full booking beberapa hari sebelum puncak acara.
Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Syamsul Bahri mengatakan, peningkatan hunian hotel tersebut didominasi oleh wisatawan mancanegara. Sementara wisatawan domestik jumlahnya relatif lebih sedikit.
“Sekitar 70 persen tamu hotel merupakan wisatawan mancanegara. Sisanya sekitar 30 persen berasal dari wisatawan lokal dan domestik,” ujar Syamsul kepada Suara NTB, Sabtu (7/2/2026).
Menurut dia, pelaksanaan ajang Bau Nyale memberikan dampak nyata terhadap minat kunjungan wisatawan ke kawasan The Mandalika. Event budaya tersebut tidak hanya menarik wisatawan untuk datang, tetapi juga mendorong mereka untuk menginap di kawasan tersebut, sehingga berkontribusi langsung terhadap peningkatan okupansi hotel.
Syamsul menilai, event-event budaya seperti Bau Nyale perlu diperbanyak dan digelar secara berkelanjutan. Hal itu penting untuk menjaga arus kunjungan wisatawan, khususnya ke kawasan The Mandalika yang menjadi destinasi unggulan di Lombok Tengah.
“Event budaya ke depan harus lebih sering digelar supaya wisatawan mau datang dan berkunjung ke daerah ini, khususnya kawasan The Mandalika,” katanya.
Dukungan Pemerintah Pusat
Khusus untuk penyelenggaraan Bau Nyale, pelaku industri pariwisata berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah pusat. Bahkan, Syamsul menyebut, ajang tersebut idealnya dapat ditangani langsung oleh pemerintah pusat agar gaungnya semakin luas, termasuk di tingkat internasional.
“Harapan kami sebagai pelaku wisata, event Bau Nyale bisa terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi pariwisata daerah,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya penyempurnaan konsep dan kemasan acara agar semakin menarik minat wisatawan.
Sebagai informasi, ajang budaya nasional Bau Nyale ditetapkan berlangsung pada 7–8 Februari 2026. Penetapan tersebut merupakan hasil Sangkep Warige yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah di kawasan Deluxe Sirkuit Internasional Mandalika, Kamis (4/12/2025).
Dalam pertemuan yang dihadiri para pemuka adat dari berbagai wilayah di Pulau Lombok tersebut, sempat muncul dua pendapat terkait waktu pelaksanaan Bau Nyale, yakni pada awal Februari dan awal Maret. Namun, mayoritas pemuka adat berpendapat bahwa Nyale atau cacing laut yang menjadi inti tradisi ini akan muncul pada Februari 2026. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Okupansi Hotel di Kawasan Mandalika Naik Signifikan Selama Bau Nyale, Didominasi Wisatawan Mancanegarai “


