BerandaBerandaJamin Pasokan dan Stabilitas Harga, Bulog NTB Percepat Distribusi Beras SPHP dan...

Jamin Pasokan dan Stabilitas Harga, Bulog NTB Percepat Distribusi Beras SPHP dan Premium

Mataram (globalfmlombok.com)

Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan pangan di seluruh wilayah NTB berada dalam kondisi aman. Kepastian pasokan ini ditempuh melalui percepatan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras premium komersial.

Langkah strategis tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen sekaligus menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap komoditas beras berkualitas tinggi.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil NTB Mara Kamin Siregar menyatakan, selain menyalurkan beras program SPHP, pihaknya terus menggencarkan distribusi beras premium komersial bermerek Be Food dan Punokawan ke pelbagai lini penjualan di seluruh NTB.

“Beras premium komersial kami distribusikan secara masif ke pasar umum maupun ritel modern. Ketersediaan stok di seluruh lini distribusi dipastikan aman, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memperoleh beras berkualitas di pusat perbelanjaan terdekat,” kata Mara saat memberikan keterangan resmi, Jumat (7/8/2026).

Mara menjelaskan, produk beras premium komersial tersebut diproduksi secara terintegrasi bersama Unit Bisnis Industri (UBI) Bulog. Kerja sama ini ditujukan untuk menghadirkan varian beras bermutu tinggi yang memenuhi standar keamanan, kebersihan, serta higienitas pangan bagi konsumen. Penyalurannya dipastikan menjangkau seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi NTB secara berkesinambungan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) karena cadangan pangan daerah berada dalam kondisi sangat mencukupi.

Dalam operasionalnya, mekanisme distribusi beras SPHP maupun beras komersial memanfaatkan jaringan penjualan yang memadai. Distribusi mencakup pedagang pasar tradisional, outlet Rumah Pangan Kita (RPK), hingga jejaring ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, dan Superindo. Skema ini diterapkan guna memperluas jangkauan aksesibilitas publik.

Adapun seluruh beras premium komersial merek Be Food dan Punokawan dilepas ke pasar dengan mengacu pada ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah, yakni sebesar Rp14.900 per kilogram. Kebijakan penetapan harga ini menjadi instrumen Bulog dalam menjaga daya beli masyarakat serta menekan laju inflasi sektor pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Masyarakat diharapkan dapat membelinya secara bijak sesuai kebutuhan harian melalui mitra resmi Bulog yang telah terintegrasi. Dengan ketahanan stok yang terjamin, Bulog optimistis stabilitas pasokan dan harga beras di NTB akan tetap terjaga secara berkelanjutan.(ris/r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI