BerandaBerandaBI NTB Turun ke Pasar dan Kopi Keliling di Lombok, Beri Edukasi...

BI NTB Turun ke Pasar dan Kopi Keliling di Lombok, Beri Edukasi CBP Rupiah, Warga Antusias  

Mataram (globalfmlombok.com)-

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap Rupiah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (KPwBI Provinsi NTB) melaksanakan kegiatan Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah melalui program Jelajah Pasar dan Kopi Keliling pada periode 23 Mei hingga 3 Juni 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario K. Pamungkas mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk mendorong penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali keaslian uang Rupiah, serta mencegah peredaran uang palsu.

“Edukasi dilaksanakan di 10 pasar tradisional yang tersebar di Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah, bekerja sama dengan Dinas Perdagangan di masing-masing daerah,” kata Hario K. Pamungkas dalam keterangannya, Sabtu 6 Juni 2026.

Rangkaian kegiatan diawali pada 23 Mei 2026 di Pasar Jelojok Kecamatan Kopang dan Pasar Renteng Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

Selanjutnya, pada 25 Mei 2026 edukasi dilaksanakan di Pasar Dasan Agung dan Pasar Kebon Roek di Kota Mataram. Kegiatan berlanjut pada 26 Mei 2026 di Pasar Mandalika dan Pasar Narmada, kemudian pada 2 Juni 2026 di Pasar Cemare dan Pasar Cakranegara.

Rangkaian kegiatan ditutup pada 3 Juni 2026 melalui edukasi di Pasar Kediri dan Pasar Gerung di Kabupaten Lombok Barat. Selain menyasar pedagang dan pengunjung pasar, tim edukasi juga memberikan sosialisasi kepada pedagang kaki lima dan pedagang kopi keliling di setiap wilayah pelaksanaan kegiatan.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pentingnya penggunaan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai cara mengenali keaslian uang Rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang), serta cara merawat uang Rupiah melalui prinsip SJ, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi.

Untuk memperkuat penyampaian pesan edukasi, Bank Indonesia turut membagikan brosur dan berbagai media informasi CBP Rupiah kepada masyarakat. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons yang sangat positif dari para pedagang maupun pengunjung pasar. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dan interaksi selama sesi edukasi berlangsung.

“Melalui kegiatan Edukasi CBP Rupiah Jelajah Pasar Tahun 2026, Bank Indonesia berharap masyarakat semakin memahami pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara, mampu mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah, serta menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah,” kata Hario.

Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat membiasakan diri merawat uang Rupiah dengan baik sehingga kualitas uang yang beredar tetap terjaga, layak edar, dan dapat digunakan secara optimal dalam mendukung aktivitas perekonomian.(ris/r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI