Mataram (globalfmlombok.com)—
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui Kantor Perwakilan II Surabaya menyatakan komitmennya mendukung program unggulan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bertajuk “Desa Berdaya”. Dukungan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan sosial kemasyarakatan yang digelar di Pulau Lombok pada 3–4 Maret 2026.
Kepala Kantor Perwakilan LPS II Surabaya Bambang S. Hidayat mengatakan, program Desa Berdaya yang diinisiasi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memiliki konsep yang sejalan dengan program LPS, terutama dalam aspek pemberdayaan masyarakat, literasi, dan penguatan kapasitas desa.
“Program Desa Berdaya itu terdiri dari pendekatan transformatif dan tematik. Kami melihat ini sangat sejalan dengan program kami. Karena itu, bersama Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari OJK, LPS, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan, kami sepakat mendukung program ini,” ujar Bambang dalam kegiatan Media Breafing di Lombok Barat, Kamis 5 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dukungan tersebut tidak hanya diberikan melalui kegiatan tanggung jawab sosial (CSR), tetapi juga melalui kegiatan sosial kemasyarakatan yang berkelanjutan. Salah satu fokus utama yang akan diperkuat adalah literasi keuangan di tingkat desa.
Selain itu, LPS juga membuka peluang untuk mendukung peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para pendamping desa yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program Desa Berdaya.
“Pendamping desa tentu memerlukan peningkatan kapabilitas. Itu juga kemungkinan akan kami dukung,” katanya.
Untuk memastikan program berjalan secara terukur, LPS bersama lembaga terkait berencana memilih satu hingga dua desa sebagai proyek percontohan. Di desa tersebut akan dilakukan pemetaan kebutuhan, pendampingan, hingga evaluasi hasil sebelum dan sesudah intervensi program.
“Kami ingin ada alat ukur yang jelas. Jadi sebelum dan sesudah diberikan dukungan, hasilnya bisa terlihat. Kebutuhannya apa, pengembangannya ke depan seperti apa,” kata Bambang.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, LPS juga menggelar kegiatan sosial dan literasi keuangan di dua desa di Pulau Lombok, yakni di Dusun Selampang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, yang dipusatkan di Masjid Darul Falah, serta di Desa Tampak Siring, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.
Kegiatan ini menggandeng Rumah Zakat sebagai mitra pelaksana dan diikuti ratusan peserta di setiap lokasi, mulai dari kepala keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, hingga anak-anak sekolah.
Bantuan yang diberikan antara lain berupa bingkisan Ramadhan, perlengkapan sekolah, dan alat tulis bagi anak-anak yatim serta warga kurang mampu.
“Kami memberikan bingkisan untuk puasa dan Lebaran, juga alat tulis dan perlengkapan sekolah,” ujar Bambang.
Selain penyaluran bantuan, LPS juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi mengenai tugas dan fungsi lembaga penjamin simpanan kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Edukasi dikemas secara interaktif melalui permainan dan kuis bertema Ramadhan, sekaligus pengenalan dasar tentang LPS.
“Kami ingin memperkenalkan tugas dan fungsi LPS dengan cara yang menyenangkan. Kami juga mendorong masyarakat semakin memahami lembaga keuangan dan dapat memanfaatkannya untuk mengelola keuangan sejak dari tingkat rumah tangga,” katanya.
Bambang menambahkan, desa-desa yang menjadi lokasi kegiatan dipilih karena dinilai masih membutuhkan penguatan literasi keuangan, meskipun akses menuju wilayah tersebut cukup menantang.
“Daerahnya memang cukup masuk ke dalam, tetapi sangat indah. Justru di daerah seperti inilah kegiatan sosial dan literasi seperti ini menjadi penting,” ujarnya.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga dalam KSSK, LPS berharap dukungan terhadap program Desa Berdaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu mendorong kemandirian dan ketahanan ekonomi masyarakat desa di NTB secara berkelanjutan. (ris)


