Praya (globalfmlombok.com) – Sejumlah pembalap MotoGP mulai tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjelang pelaksanaan MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah (Loteng).
Kedatangan para pembalap di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Loteng, Senin (5/10/2026) disambut dengan suasana khas budaya NTB. Penyambutan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan keramahan masyarakat NTB kepada para pembalap dan kru MotoGP yang datang dari berbagai negara.
Tidak hanya disambut dengan alunan Genggong khas Sasak, para pembalap juga mendapat sambutan melalui pertunjukan Gendang Beleq, salah satu kesenian tradisional khas Lombok yang identik dengan tabuhan musik yang enerjik dan semarak.
Suasana semakin meriah dengan hadirnya barisan masyarakat yang mengenakan pakaian adat Lombok dan Sumbawa. Mereka berdiri menyambut para riders sebagai bentuk penghormatan sekaligus menggambarkan keberagaman budaya yang dimiliki Nusa Tenggara Barat.
Sejumlah pembalap yang tiba di Lombok di antaranya Alex Rins, Enea Bastianini, Francesco Bagnaia, Jack Miller, Jorge Martin, Marco Bezzecchi, Maverick Vinales, Raul Fernandez, dan Toprak Razgatlioglu.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ahmad Nur Aulia mengatakan, penyambutan dengan kesenian dan pakaian adat tersebut merupakan bentuk keramahan masyarakat NTB sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada dunia internasional.
“Melalui momentum MotoGP ini, kita ingin menunjukkan bahwa NTB tidak hanya memiliki sirkuit berkelas dunia, tetapi juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang menjadi daya tarik tersendiri. Penyambutan melalui Genggong, Gendang Beleq, serta barisan masyarakat dengan pakaian adat Lombok dan Sumbawa merupakan wujud identitas dan keramahan masyarakat NTB dalam menyambut tamu dari berbagai negara,” ujar Ahmad Nur Aulia.
Menurutnya, MotoGP tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif NTB.
“Kita ingin para riders, kru, dan seluruh tamu yang datang tidak hanya merasakan atmosfer balap MotoGP, tetapi juga mendapatkan pengalaman tentang budaya dan keramahan masyarakat Lombok dan Sumbawa. Ini menjadi bagian dari promosi pariwisata kita,” katanya.
Ahmad Nur Aulia berharap kehadiran MotoGP dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi, UMKM, hingga berbagai atraksi dan destinasi wisata di Lombok dan Sumbawa.
“Momentum ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin. MotoGP menjadi etalase bagi NTB untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, kuliner, serta produk ekonomi kreatif kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” tambahnya.
Penyambutan para pembalap dengan Genggong, Gendang Beleq, serta pakaian adat Lombok dan Sumbawa menjadi simbol perpaduan antara sport tourism dan kekayaan budaya lokal. Kehadiran event olahraga kelas dunia tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi NTB sebagai salah satu destinasi pariwisata dan sport tourism unggulan Indonesia.
Dengan dimulainya kedatangan para pembalap, atmosfer MotoGP 2026 di Lombok pun semakin terasa. Selain menyaksikan persaingan para pembalap dunia di lintasan, para tamu yang datang juga diajak untuk mengenal lebih dekat kekayaan alam, budaya, tradisi, dan keramahan masyarakat NTB. (r)


