BerandaBerandaStok Elpiji 3 Kg Aman, Bupati Lobar Perintahkan Pengawasan Diperketat

Stok Elpiji 3 Kg Aman, Bupati Lobar Perintahkan Pengawasan Diperketat

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram dalam kondisi aman sepanjang tahun 2026. Di tengah isu kelangkaan yang sempat beredar di masyarakat, pemerintah daerah menegaskan distribusi berjalan normal dan akan memperketat pengawasan guna mencegah penyalahgunaan gas bersubsidi.

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, menyampaikan berdasarkan data dari Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas, serapan elpiji hingga triwulan pertama baru mencapai sekitar 35 persen dari total kuota tahunan.

“Stok elpiji aman. Perhitungannya, jika serapan baru 35 persen di triwulan pertama ini, maka distribusi hingga akhir tahun akan tercukupi. Bahkan diprediksi ada surplus sekitar 11 persen,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menilai isu kelangkaan yang dirasakan masyarakat lebih disebabkan faktor psikologis berupa aksi panic buying. Warga disebut membeli elpiji melebihi kebutuhan normal sehingga distribusi menjadi tidak merata.

“Masalahnya bukan di stok, tapi ada kepanikan. Warga yang biasanya beli dua tabung, tiba-tiba beli empat untuk cadangan. Ini membuat stok tertahan di rumah, padahal itu hak warga lainnya,” jelasnya.

Menanggapi laporan dugaan penyalahgunaan elpiji subsidi oleh pelaku usaha menengah ke atas, seperti kafe dan sektor pertanian, Bupati LAZ menginstruksikan seluruh camat untuk memperketat pengawasan di wilayah masing-masing.

Ia menegaskan penggunaan elpiji 3 kilogram di luar peruntukan masyarakat miskin merupakan pelanggaran aturan. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindak spekulasi harga di tingkat pengecer yang dilaporkan mencapai Rp30 ribu per tabung.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan agar distribusi tetap merata,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan elpiji 3 kilogram di Lombok Barat masih berjalan lancar sesuai rencana distribusi.

Sales Branch Manager LPG Pertamina, Tommy Wisnu Ramdani, mengatakan lonjakan permintaan yang terjadi di lapangan lebih disebabkan kekhawatiran berlebih masyarakat, bukan karena kelangkaan stok.

“Suplai dan distribusi masih berjalan sesuai planning. Fenomena di lapangan dipicu panic buying. Konsumen yang biasanya membeli satu atau dua tabung, kini membeli hingga tiga sampai empat tabung,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas distribusi, Pertamina bersama Direktorat Jenderal Migas rutin melakukan pengawasan, termasuk melalui inspeksi mendadak baik secara mandiri maupun kolaborasi dengan pemerintah daerah.

Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Lobar untuk menindak penggunaan elpiji subsidi yang tidak tepat sasaran. Sanksi tegas akan diberikan kepada agen maupun pangkalan yang terbukti melanggar, mulai dari peringatan hingga pengurangan alokasi.

Terkait harga di tingkat pengecer yang melambung, Tommy menjelaskan kewenangan pengawasan saat ini masih terbatas hingga tingkat pangkalan. Meski demikian, pihaknya terus mendorong adanya regulasi yang mengatur harga di tingkat pengecer.

“Kami juga membina pangkalan agar hanya menyalurkan maksimal 10 persen dari alokasi ke pengecer, sehingga stok tetap tersedia bagi masyarakat langsung,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Dugaan Penyalahgunaan Elpiji Subsidi, Bupati LAZ Perintahkan Jajarannya Perkuat Pengawasan “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI