BerandaBerandaRatusan JCH NTB Masuk Kategori Risiko Tinggi, Hipertensi Mendominasi

Ratusan JCH NTB Masuk Kategori Risiko Tinggi, Hipertensi Mendominasi

Mataram (globalfmlombok.com) – Ratusan jemaah calon haji (JCH) Nusa Tenggara Barat (NTB) teridentifikasi rentan terhadap penyakit tidak menular, dengan Hipertensi menjadi kasus yang paling dominan. Data terbaru mencatat sedikitnya 112 jemaah di Kota Mataram mengalami hipertensi, disusul Diabetes Mellitus dan kadar kolesterol tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Lalu Hamzi Fikri, mengatakan pola penyakit jemaah relatif seragam di hampir seluruh kelompok terbang (kloter).

“Dari berbagai kloter yang kami amati, hipertensi tetap mendominasi. Bahkan di kloter 9 dan kloter sebelumnya, polanya sama hipertensi dan diabetes mellitus,” ujarnya saat dikonfirmasi di Kantor Gubernur NTB, Senin (4/5/2026).

Kondisi tersebut membuat sebagian jemaah masuk kategori risiko tinggi sehingga membutuhkan pengawasan ketat selama menjalankan ibadah haji. Penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes tidak dapat disembuhkan, namun bisa dikendalikan dengan kepatuhan konsumsi obat.

Fikri menegaskan, disiplin dalam minum obat menjadi kunci utama menjaga stabilitas kesehatan jemaah. Selain itu, faktor lingkungan di Arab Saudi juga menjadi tantangan tersendiri, terutama suhu ekstrem yang dapat melebihi 40 derajat Celsius serta tekanan psikologis akibat perubahan lingkungan.

“Risiko yang harus diwaspadai adalah komplikasi seperti stroke akibat hipertensi yang tidak terkontrol. Apalagi dengan adanya stresor seperti cuaca panas dan aktivitas fisik tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental. Menurutnya, banyak jemaah cenderung memaksakan diri untuk beribadah secara berlebihan atau melakukan aktivitas tambahan seperti berbelanja, yang justru berpotensi menguras energi.

Karena itu, jemaah diimbau menyesuaikan aktivitas dengan kondisi tubuh masing-masing. Ibadah tetap menjadi prioritas, namun harus dilakukan secara proporsional dengan menjaga waktu istirahat, pola makan, dan kecukupan cairan.

“Jangan menunggu haus untuk minum. Dehidrasi sering tidak disadari. Disarankan minum air hangat atau tidak terlalu dingin untuk menghindari gangguan tenggorokan,” tambahnya.

Dengan kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci, jemaah diharapkan mampu beradaptasi dan menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan agar seluruh rangkaian haji dapat dijalankan dengan aman dan lancar.

“Penyesuaian itu diperlukan. Kurangi aktivitas yang tidak perlu. Cukup makan dan cukup tidur. Itu yang paling penting,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Ratusan JCH NTB Berisiko Tinggi, Hipertensi Mendominasi “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI