BerandaBerandaGabah Tak Terserap, Petani Blokir Jalan di Kandai Dua

Gabah Tak Terserap, Petani Blokir Jalan di Kandai Dua

Dompu (globalfmlombok.com) – Puluhan petani padi di Kelurahan Kandai Dua, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, spontan melakukan aksi blokir jalan, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 21.30 Wita. Aksi dipicu tidak adanya pembeli gabah sejak Lebaran Idulfitri, sehingga menyebabkan penumpukan hasil panen di tingkat petani.

Massa membakar ban bekas di jalan depan Masjid Qusurul Jannah dan menutup akses jalan menggunakan sepeda motor. Sejumlah kendaraan, termasuk truk pengangkut gabah yang hendak melintas, nyaris menjadi sasaran amukan warga.

Situasi sempat memanas, namun berhasil dikendalikan sehingga tidak berujung anarkis. Tiga truk pengangkut gabah yang melintas akhirnya diminta putar balik menuju Terminal Ginte dan dialihkan melalui Jalan Ompu Biko ke arah Sumbawa. Gabah tersebut diketahui hendak dibawa ke luar daerah karena gudang di Dompu tidak mampu menampung hasil panen yang membludak.

Penumpukan gabah juga menyebabkan antrean panjang truk di sejumlah gudang. Kondisi ini memperparah keresahan petani yang tidak bisa lagi menunda panen karena berisiko rontok.

Penjabat Sekretaris Daerah Dompu, Khairul Insyan, turun langsung menemui massa bersama Ketua Komisi III DPRD Dompu, Muhammad Ikhsan, serta tokoh masyarakat setempat. Pemerintah daerah berjanji segera menggelar rapat dengan pihak Bulog dan mitra usaha untuk mencari solusi penyerapan gabah.

“Besok pagi akan dilakukan rapat dengan Bulog dan mitranya, kemudian dilanjutkan turun ke lapangan,” ujar tokoh masyarakat Kandai Dua, Supratman, di hadapan massa.

Ia menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan petani karena tidak adanya pembeli, baik dari Bulog maupun tengkulak. Kalaupun ada, harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Petani, kata dia, sebenarnya tidak menuntut harga sesuai HPP, namun berharap ada pembelian rutin meski di kisaran Rp6.200–Rp6.300 per kilogram. “Yang penting ada penyerapan setiap hari. Ini sama sekali tidak ada yang mengambil gabah,” ujarnya.

Kondisi ini terjadi sejak libur Lebaran, ketika sejumlah gudang pengusaha tutup selama sepekan. Saat kembali beroperasi, kapasitas gudang tidak mampu menampung lonjakan panen serentak, sehingga sebagian menghentikan sementara pembelian.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Bima, Alfan, menyatakan pihaknya tetap melakukan penyerapan gabah petani di Dompu. Namun, panen raya yang berlangsung hampir bersamaan di berbagai wilayah membuat penyerapan tidak merata.

“Penyerapan disesuaikan dengan kapasitas pengering (dryer) dari mitra pengolahan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak Bulog bersama pemerintah daerah telah turun langsung ke lokasi untuk merespons keluhan petani. Proses penyerapan gabah, kata dia, masih terus berlangsung. (ula)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gabah Petani Tidak Terserap, Puluhan Petani Spontan Blokir Jalan di Kandai Dua “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI