Giri Menang (globalfmlombok.com) – Pembangunan masif dilakukaan Pemkab Lombok Barat dalam kurun waktu tahun 2025. Dengan APBD yang hampir sama dengan tahun sebelumnya, Pemkab mampu membangun infrastruktur di perkotaan untuk menghidupkan Kota Gerung. Tidak saja kota, pedesaan pun dibangun sesuai kebutuhan prioritas di masing-masing daerah. Mulai dari air bersih, jembatan hingga irigasi.
Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan komitmen kuat untuk memberi perubahan di Lombok Barat, salah satunya dengan membangun infrastruktur fisik dan sinkronisasi data satu dengan yang lain. Titik awal ia melakukan akselerasi pembangunan Kabupaten Lobar kini terwujud melalui penataan Kota Gerung sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
LAZ menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi daerah yang “Maju, Mandiri, dan Berkeadilan”. Titik awal dari megaproyek ini adalah melalui pembangunan ikonik, yaitu Alun-Alun Kota Gerung. “Pembangunan Alun-Alun Kota Gerung menjadi titik awal revitalisasi kawasan pusat pemerintahan,” ungkap Bupati.
Dia berharap penataan kota ini menjadikan Gerung sebagai kota yang hidup, ramai, dan segera muncul sebagai ikon baru yang dibanggakan. Dan itu pun telah terbukti dan dirasakan masyarakat dengan adanya keramaian CFN dan CFD mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Dengan adanya alun-alun nanti bisa lebih progresif lagi. Sebab proyek penataan Kota Gerung dirancang dengan konsep multifungsi dan terintegrasi, melampaui perbaikan minor.
Beberapa infrastruktur pendukung yang akan dibangun mencakup jogging track yang nyaman di sekitar Alun-Alun, food court yang secara khusus diperuntukkan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di bagian belakang kawasan. Kemudian Pembangunan Islamic Center sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kebudayaan di sebelah kawasan serta pembangunan koloseum di sekitar Taman Kota yang diproyeksikan menjadi pusat hiburan dan kegiatan masyarakat.
Langkah ini adalah bukti konkret dari kebijakan Pemda Lobar untuk memastikan pembangunan fisik secara simultan menggerakkan roda ekonomi rakyat. Selain itu, Pemkab juga berupaya menghidupkan kembali Giri Menang Square (GMS) untuk membawa dampak positif bagi perekonomian, serta menyediakan Wi-Fi gratis di area depan jalan sebagai ruang publik ramah pelajar dan mahasiswa.
Bupati LAZ mengatakan, pembangunan tidak saja terpusat di kota, melainkan desa- desa juga dibangun infrastruktur. Dari data Dinas Pekerjaan terdapat enam ruas jalan, 12 SPAM yang tersebar di desa hingga kota yang dibangun sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Lobar, H. L Ratnawi mengatakan, infrastruktur vital ini dibangun selama delapan bulan oleh Lalu Ahmad Zaini dan Hj Nurul Adha menjabat sebagai Bupati dan Wabup Lobar. Penanganan Infrastruktur yang tersebar hampir merata di wilayah Lobar ini menindaklanjuti keluhan warga yang membutuhkan infrastruktur tersebut.
Enam ruas jalan yang ditangani pihaknya tersebar di wilayah Lobar, tidak saja di Kota Gerung saja. Selain ruas jalan, pihaknya juga menangani sekitar empat jembatan tahun ini sebagai penghubung akses masyarakat yang selama ini dikeluhkan. “Itu di daerah Sekotong, Nambung, Belongas, akibat bencana kita kerjakan tahun ini. Juga dengan jembatan di belakang pendopo untuk memaksimalkan jalan perkotaan Gerung,” jelasnya.
Kemudian pada sektor irigasi, hasil lobi Bupati ke kementerian PU, banyak saluran irigasi yang ditangani dari APBD melalui BWS. Di antaranya perbaikan Bendungan Karet Batu Riti, diperbaiki pihak BWS sehingga bisa berfungsi.
Dampaknya pun sudah dirasakan oleh petani di wilayah sekitar. Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, pihaknya membangun 12 SPAM di antaranya di Desa Gili Gede, Batulayar, dan desa lainnya.
Dari 12 SPAM ini, rata-rata melayani hampir ribuan jiwa. Daerah ini sendiri diketahui menjadi langganan kekeringan atau kekurangan air bersih, sehingga pihaknya pun membangun SPAM di daerah ini.
Pembangunan infrastruktur ini lanjut dia, dilakukan bertahap karena kemampuan fiskal Daerah yang terbatas. Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, Deny Arif Nugroho mengatakan bahwa tahapan pembangunan sejumlah proyek sudah berjalan sesuai rencana dan diarahkan untuk memperkuat posisi Gerung sebagai ibukota kabupaten yang terintegrasi dan modern.
Ia menjelaskan bahwa langkah pembangunan tersebut telah disesuaikan dengan dokumen RTRW terbaru dan RPJMD. Ia menyebut pengembangan Gerung tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan aktivitas ekonomi dan investasi. Sepanjang jalur protokol direncanakan dibangun perumahan dan pusat pertumbuhan ekonomi, sementara kantor DPRD Lobar akan ditempatkan berdekatan dengan kawasan Islamic Center untuk memperkuat klaster pemerintahan.
Di sektor pendidikan, Gerung ditetapkan sebagai lokasi pembangunan fakultas kedokteran UIN Mataram di kawasan Gapuk sesuai RTRW. Pemkab juga berencana berkoordinasi dengan Universitas Mataram untuk pengembangan kampus dua di wilayah potensial seperti Merigi atau Tunjuan. Untuk mendukung kebutuhan pendanaan, Pemda Lobar menempuh langkah jemput bola dengan mengajukan dukungan anggaran ke kementerian terkait di tingkat pusat. (her)


