Mataram (globalfmlombok.com) – Sejumlah pangkalan gas elpiji 3 kilogram di Kota Mataram mengungkapkan terjadinya kelangkaan di tingkat masyarakat. Kondisi ini dipicu pembatasan distribusi ke pengecer yang berdampak pada lonjakan permintaan di pangkalan.
Salah satu pemilik pangkalan, Viktor Kusno Handoyo, mengatakan permintaan elpiji subsidi meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Lonjakan tersebut dipengaruhi kepanikan masyarakat dalam membeli (panic buying).
“Peningkatan sekarang kurang lebih hampir 45 persen. Biasanya pembeli datang seminggu sekali, sekarang bisa dua hingga tiga kali,” ujarnya.
Meski permintaan meningkat, pihak pangkalan tetap menerapkan pembatasan pembelian untuk kebutuhan rumah tangga, yakni satu tabung per KTP. Selain itu, pembelian dari luar domisili Kota Mataram juga tidak dilayani guna menjaga ketersediaan stok.
Viktor menjelaskan, distribusi dari agen ke pangkalan masih berjalan normal, yakni tiga kali dalam sepekan dengan pasokan sekitar 100 hingga 200 tabung setiap pengiriman. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen dialokasikan untuk rumah tangga dan 20 persen untuk pengecer.
Sementara itu, Pemerintah Kota Mataram mulai melakukan pemetaan terhadap 399 pangkalan elpiji 3 kilogram sebagai langkah antisipasi kelangkaan.
Asisten II Setda Kota Mataram, Miftahurrahman, mengatakan langkah ini diambil untuk merespons dinamika distribusi di lapangan.
“Hasil pemantauan menunjukkan ada ketimpangan akses. Gas tersedia di pangkalan, tetapi sulit ditemukan di tingkat pengecer atau rumah tangga,” ujarnya usai rapat bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Menurutnya, pemerintah akan mengevaluasi sebaran pangkalan, terutama yang berlokasi berdekatan, untuk memastikan efektivitas distribusi. Selain itu, akan dilakukan pendataan lebih rinci terhadap masyarakat yang dilayani tiap pangkalan guna mencegah pembelian dari luar wilayah.
Pemkot juga mengidentifikasi lonjakan permintaan dipengaruhi momentum hari besar keagamaan, termasuk musim haji, serta isu kenaikan harga yang memicu kepanikan masyarakat.
Pemerintah kota menegaskan akan terus berkoordinasi dengan agen penyalur guna memastikan distribusi berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Upaya ini diharapkan mampu menjaga pemerataan pasokan elpiji subsidi di seluruh wilayah Kota Mataram dan mencegah kelangkaan. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Distribusi Dibatasi, Permintaan Elpiji 3 Kg di Mataram Naik hingga 45 Persen “


