BerandaBerandaGejolak Elpiji Bersubsidi, Bupati Lotim: Dipicu Kekhawatiran Berlebihan Masyarakat

Gejolak Elpiji Bersubsidi, Bupati Lotim: Dipicu Kekhawatiran Berlebihan Masyarakat

Selong (globalfmlombok.com) – Elpiji bersubsidi 3 kilogram atau gas melon di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) masih bergejolak di tengah masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lotim, Haerul Warisin menegaskan bahwa situasi itu sebenarnya tidak perlu terjadi karena pasokan elpiji dalam kondisi aman.

“Ya, banyak yang panic buying,” ujar Bupati saat dikonfirmasi di Pendopo Bupati, Rabu (1/4/2026).

Haji Iron, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ketersediaan elpiji justru telah mengalami penambahan pasokan yang cukup signifikan. Ia menyebut kuota distribusi untuk Lombok Timur meningkat dari sebelumnya 50 ton menjadi 80 ton.

“Saya pikir begini, masalah gas elpiji ini sebenarnya kita sudah dapat tambahan cukup banyak. Dari 50 ton yang diproduksi, contohnya di tempat saya, ada tambahan 30 ton. Artinya ada tambahan cukup besar di Lombok Timur ini,” jelasnya.

Menurutnya, kelangkaan yang sempat dirasakan masyarakat lebih disebabkan oleh perubahan perilaku konsumsi yang tidak biasa. Banyak warga membeli elpiji dalam jumlah lebih banyak dari kebutuhan normal akibat kekhawatiran berlebihan.

Ia menilai, kekhawatiran tersebut dipengaruhi oleh tayangan di media sosial maupun pemberitaan mengenai krisis energi di sejumlah negara. Hal itu kemudian memicu kepanikan di masyarakat.

“Ada pengaruh dari media sosial, TV, juga pemberitaan tentang perang dan kondisi di luar negeri,” ungkapnya.

Bupati juga menyinggung pemberitaan di negara lain seperti India yang mengalami gejolak energi, sehingga memicu kekhawatiran warga. Akibatnya, masyarakat membeli lebih dari satu tabung dan menyimpannya, sehingga pasokan cepat habis di pasaran.

“Banyak yang membeli tidak sesuai kebiasaan, sampai tiga atau empat tabung untuk disimpan. Itu diakui juga oleh masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi yang terjadi bukanlah kelangkaan riil, melainkan dampak dari panic buying. Dengan tambahan pasokan yang ada, seharusnya kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

“Ini karena kekhawatiran saja. Kalau kelangkaan tidak ada, pasokan sudah ditambah, yang terjadi itu panic buying,” imbuhnya.

Seiring waktu, kondisi distribusi elpiji di Lotim mulai menunjukkan perbaikan. Bupati menjelaskan bahwa dinamika permintaan juga dipengaruhi mobilitas masyarakat saat Lebaran, di mana banyak warga pulang kampung.

Kini, setelah arus balik, distribusi diharapkan kembali normal.

“Sekarang masyarakat yang kemarin Lebaran sudah kembali ke daerah masing-masing. Mudah-mudahan segera normal semua,” pungkasnya. (rus)

 

 

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Gejolak Elpiji Bersubsidi, Bupati Lotim Sebut Dipengaruhi Kekhawatiran Berlebihan “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI