Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram memproyeksikan volume sampah yang dihasilkan selama perayaan malam pergantian Tahun Baru mencapai sekitar 10 hingga 12 ton. Peningkatan sampah tersebut diperkirakan terjadi akibat tingginya aktivitas masyarakat di berbagai ruang publik dan lokasi keramaian.
Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan perayaan malam tahun baru yang digelar masyarakat di sejumlah ruang terbuka hijau (RTH) dan fasilitas umum berpotensi menambah beban sampah kota. Beberapa lokasi yang menjadi pusat keramaian antara lain Taman Udayana, Taman Sangkareang, Taman Budaya, kawasan Ampenan, serta sejumlah fasilitas publik lainnya.
“Animo masyarakat biasanya sangat tinggi saat malam pergantian tahun. Tidak hanya warga lokal, tetapi juga pengunjung dari luar kota yang datang untuk berlibur. Otomatis volume sampah ikut meningkat,” ujar Denny, Rabu 31 Desember 2025.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap tahun saat perayaan malam tahun baru. Kendati demikian, DLH telah mengantisipasi dengan menyiagakan petugas kebersihan atau yang dikenal dengan sebutan “rompi kuning” untuk melakukan pembersihan segera setelah kegiatan berlangsung.
Menurut Denny, pola pembersihan sampah dilakukan secara bertahap. Jika pembersihan belum dapat diselesaikan pada malam hari, maka akan dilanjutkan pada pagi hari berikutnya. Upaya ini dilakukan agar tumpukan sampah di jalan dan area publik tidak berlangsung lama dan mengganggu kebersihan serta keindahan kota.
“Kami sudah menyiapkan pasukan kebersihan sejak jauh hari untuk menangani sampah pasca-perayaan, sehingga kota bisa segera kembali bersih,” jelasnya.
Menanggapi kondisi darurat sampah akibat keterbatasan tempat pembuangan sementara (TPS) dan meningkatnya volume sampah hingga puluhan ton, Denny menyebutkan pihaknya akan melakukan pengalihan pembuangan sampah ke beberapa lokasi. Sebagian sampah, khususnya sampah organik, akan diangkut dan dibuang ke TPS Bintaro, sementara sisanya ke TPS Sandubaya.
“Kalau sampah organiknya cukup banyak, kita arahkan ke Bintaro, sedangkan sisanya kita buang ke TPS Sandubaya,” katanya.
Lebih lanjut, Denny mengungkapkan bahwa produksi sampah harian di Kota Mataram saat ini mencapai sekitar 230 hingga 240 ton per hari. Dengan adanya tambahan sampah dari aktivitas perayaan malam tahun baru, total volume sampah yang harus ditangani diperkirakan bisa mencapai sekitar 260 ton dalam sehari.
DLH pun mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya dan proses pemilahan. (pan)


