Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan harga hotel di tahun ke lima MotoGP tidak dijual asal-asalan. Di tahun ini, harga hotel dipastikan tidak mengalami peningkatan signifikan seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Berkaitan dengan harga (hotel, red), kami juga memantau, harganya sangat bagus. Tidak terjadi kenaikan yang luar biasa,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, Kamis, 1 Oktober 2026.
Terkait dengan tingkat hunian hotel, hingga H-9 MotoGP Mandalika, Aulia mengklaim okupansi khusus hotel berbintang di ring dua atau Kota Mataram mencapai 80-90 persen. Sementara, okupansi hotel non bintang masih berada di angka 40 persen.
“Biasanya kalau yang berbintang sudah penuh, yang melati juga ngikut,” katanya.
Begitupun dengan okupansi di kawasan Senggigi, dipastikan sudah menyentuh 80 persen. Berbeda dengan Senggigi dan Mataram, tingkat okupansi hotel di Kawasan Mandalika selaku lokasi perhelatan MotoGP telah mencapai 100 persen.
Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) mengharapkan perputaran ekonomi pada ajang MotoGP Mandalika 2026 bisa mencapai Rp5 triliun. Nominal ini dinilai realistis mengingat pada tahun-tahun sebelumnya, perputaran ekonomi mencapai Rp4,9 triliun pada MotoGP Mandalika 2025, dan Rp4,2 triliun pada MotoGP 2024.
Sebelumnya, Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan selain melihat angka di tahun sebelumnya, tingginya animo masyarakat dalam pembelian tiket membuatnya cukup optimis di tahun ini MotoGP mampu menggerakkan ekonomi. Di tambah lagi, beberapa maskapai telah meminta tambahan penerbangan atau ekstra flight dari dan menuju Lombok. Di samping itu, MotoGP Mandalika tahun ini juga mendapat dukungan promosi dari Danantara.
“Garuda, Pelita, Transnusa, Citilink komit. Itu juga menggerakkan pertumbuhan ekonomi secara baik,” ujarnya, Senin, 14 September 2026.
Ia melanjutkan, 25 hari menjelang MotoGP Mandalika 2026, penjualan tiket di kuota kedua telah mencapai 53 persen. Untuk KTP NTB, penjualan lebih dari 90 persen. Bahkan, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal, katanya akan melakukan pertemuan dengan NTT dan Kalimantan Timur untuk mempromosikan perhelatan Grand Prix Sepeda Motor Internasional tersebut.
“Itu pun akan kita lakukan hal yang sama. Bilamana menggunakan tiket provinsi terkait terkait, NTT, Kalimantan Timur juga akan kita berikan diskon,” lanjutnya.
Menurutnya, Gubernur Iqbal sangat gencar memanfaatkan koneksi Bali, Nusa Tenggara dalam mempromosikan MotoGP. Menariknya lagi, promosi tidak hanya dilakukan antara Bali, NTB, dan NTT, tetapi sampai Kalimantan Timur.
Menyinggung soal akomodasi, hingga saat ini belum ditemukan masalah terkait dengan akomodasi di ring satu atau sekitar Mandalika. Ia mengungkapkan, selama tiga hari ajang MotoGP Mandalika, okupansi hotel di kawasan tersebut telah mencapai 100 persen.
Karena telah penuh, ITDC, sambungnya menyiapkan akomodasi alternatif seperti camping ground, camper van, serta Sade Social Club. Di Sade Social Club, tersedia 38 kamar baru yang bisa difungsikan mulai bulan ini.
“Dan memang harus diakui saat ini Mandalika okupansi telah 100 persen. Tapi ketersediaan kamar baru itu ditambah oleh pengelola hotel lama, contohnya Montana menyediakan kamar-kamar baru,” katanya. (era)


