Pilkada KLU, Golkar Siapkan Opsi Usung Paslon di Luar Najmul dan Djohan

Mariadi

Mataram (Suara NTB) – Dalam kontestasi di Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2020 mendatang, Partai Golkar menegaskan akan tetap berusaha maksimal untuk memperjuangkan kadernya bisa tampil bertarung. Entah, apakah kader itu nanti maju di Pilkada KLU sebagai bakal calon bupati atau bakal calon wakil bupati.

Namun yang terpenting bagi Partai Golkar dengan raihan empat kursi bisa mengusung kader sebagai pasangan calon (paslon) di Pilkada. “Golkar bakal tetap usung kader di Pilkada KLU,” tegas Wakil Ketua DPRD KLU dari Partai Golkar, Mariadi yang dikonfirmasi Jumat (27/9).

Dengan raihan empat di DPRD KLU, cukup kuat bagi parpol berlambang pohon beringn itu membangun posisi tawar dengan parpol lainnya di Pilkada untuk berkoalisi.

Sementara diketahui sampai saat ini hanya ada dua bakal calon Bupati mencuat dan kuat di Pilkada KLU, yakni calon petahana yang juga ketua DPC Partai Demokrat KLU, H. Najmul  Akhyar dan Ketua DPC PKB KLU, Djohan Sjamsu yang juga merupakan mantan Bupati KLU.

Dengan dua figur bakal calon Bupati itu dipastikan Partai Golkar sudah membangun dan menjajaki komunikasi politik. Parpol berlambang beringin itu berkeinginan menjadikan kader sebagai pendamping dari salah satu figur bakal calon Bupati tersebut.

“Kita ingin kader Golkar bisa dampingi Pak Najmul atau pak Djohan. Sehingga  Golkar sudah ada komunikasi dengan dua tokoh itu,” ucap politisi Golkar KLU asal Bayan tersebut.

Meski dirinya memutuskan tak maju bertarung di Pilkada KLU, dia memastikan Partai Golkar tak kekurangan stok kader untuk bisa ditawarkan kepada parpol mitra koalisi. Ada dua kader digadang-gadang Golkar di Pilkada KLU, yakni ketua DPC Partai Golkar KLU, Djekat Demung dan Anggota DPRD KLU, Ikhwanuddin.

Kedua kader Golkar itu dinilai punya rekam jejak, kapasitas, dan kapabilitas untuk maju bertarung di Pilkada. Namun, jika dalam komunikasi politik tak dicapai kesepakatan dengan salah satu bakal calon bupati apakah Najmul Akhyar atau Djohan Sjamsu tidak mengambil kader Golkar sebagai pendamping di Pilkada, tentu Partai Golkar mempersiapkan opsi alternatif. Opsi paslon alternatif itu di luar Najmul Atau Djohan Sjamsu. Opsi paslon alternatif itu sangat terbuka dibangun dan dijajaki Golkar dengan parpol lainnya misalnya Gerindra, PAN dan lainnya. “Jika kader Golkar tak dipilih (Najmul atau Djohan). Tentu kita siapkan opsi paslon alternatif. Prinsipnya, Golkar tetap usung kader,”katanya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar KLU, Djekat Demung mengatakan, dirinya sudah menjajaki komunikasi dengan Djohan Sjamsu dan Najmul Akhyar terkait kemungkinan koalisi Golkar di Pilkada KLU. Hanya saja, dalam komunikasi itu belum ada kesepakatan politik apapun sampai saat ini. “Komunikasi politik masih terus berproses, kita lihat saja dulu perkembangannya seperti apa,” pungkasnya. (ndi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply