Selain Anggaran Besar, Program Zero Waste Butuh Kerja Keras

Sampah di salah satu sungai di kota Mataram ( dok/globalfmlombok.com)

Mataram (Global FM Lombok)- Selain dibekali dengan anggaran yang jumbo, program zero waste atau bebas sampah yang dilaksanakan oleh Pemprov NTB juga membutuhkan kerja keras. Kata kuncinya ada pada sinergitas antara Pemprov NTB dengan pemda kabupaten/kota.

Anggota DPRD NTB Dapil Kota Mataram H.Mukhlis kepada Global FM Lombok, mengatakan, sinergitas yang baik antar pemerintah daerah sangat diperlukan, mengingat Pemprov NTB tak bisa sendiri melaksanakan program tersebut. Menurutnya, Kota Mataram menjadi daerah yang harus progresif melakukan program bebas sampah lantaran sebagai ibukota Provinsi NTB, Kota Mataram menjadi etalase sebuah provinsi.

Ia sangat sepakat dengan konsep zero waste dengan pendekatan pondok pesantren di Provinsi NTB. Selain untuk edukasi, keterlibatan pondok pesantren dalam program bebas sampah juga untuk penyadaran agar pengelolaan sampah bisa diketahui oleh masyarakat secara luas. Di mana, sampah yang dihasilkan oleh masyarakat setiap hari memiliki nilai ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik.

Untuk diketahui, di tahun 2019 ini, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15 miliar untuk menjalankan program bebas sampah. Sementara di tahun 2020, telah disetujui alokasi anggaran sebesar Rp 31 miliar. Anggaran sebesar itu dipergunakan untuk kegiatan kampanye, penguatan regulasi, Satgas Penanganan Sampah,  bantuan ke bank sampah dan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply