Penerbangan Langsung Pert – Lombok, Bantu Tingkatkan Jumlah Wisatawan

I Gusti Lanang Patra ( kanan)

Mataram (Global FM Lombok)- Pada bulan September ini, okupansi hotel memasuki low season atau tingkat kunjungan menurun. Namun dengan adanya penerbangan langsung Pert – Lombok dinilai cukup membantu meningkatkan kunjungan hotel, terutama di kawasan  resort.

I Gusti Lanang Patra dari Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB, mengatakan, saat ini destinasi wisata yang ada di Tiga Gili di Lombok Utara, Mandalika Lombok Tengah dan Senggigi,Lombok Barat masih cukup ramai. Sementara untuk city hotel khususnya di Kota Mataram, tingkat kunjunganya menurun. Hal ini disebabkan karena city hotel hanya mengandalkan dari kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Wisatawan asal Australia tersebut lebih banyak berkunjung ke destinasi wisata pantai,  sehingga jarang menginap di Kota Mataram.

“September – Oktober turun sedikit. naik lagi Desember. cukup membantu Australia, ini yg masih ramai. Tiga gili, Kuta, Senggigi itu dengan pert – lombok lumayan. Beda-beda ini dia. Kalau kota kita tergantung MICE. Kalau yang diluar kota kayak Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Pert – lombok ini yang berpengaruh sekali. Jarang ke kota. karena mereka bener – bener wisatawan,”katanya

Diterangkan I Gusti Lanang, tingkat keterisian penerbangan Pert – Lombok yaitu sebanyak 80 persen. Sehingga cukup mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke NTB. Saat ini, okupansi hotel di NTB masih berada pada posisi 40 – 50 persen. Meksi demikian, tingkat kunjungan diharapkan kembali meningkat pada bulan Desember mendatang. Pasalnya di bulan tersebut sudah masuk liburan akhir tahun, sehingga kunjungan para wisatawan baik domestik maupun mancanegara akan meningkat.

Sementara terkait dengan masih minimnya wisatawan asal Cina ke NTB, dinilai karena fasilitas yang belum lengkap. Wisatawan asal Cina lebih banyak untuk makan dan berbelanja. Sedangkan di NTB khususnya Lombok belum memiliki restoran Cina yang lengkap, terutama yang menyiapkan minuman keras. Apalagi saat ini, petugas sering melakukan razia minuman keras.

” Terutama China fasilitas masih kurang. Mereka suka shopping sama makan, orang Cina ini. Kuliner kita belum ada variatif. Belum ada restoran besar Cina di sini. Belum boleh minum bir-bir belum ada juga disni. kemarin razia juga kan itu.(azm)-

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply