Bukit Batu Kelambu, “Negeri di Atas Awan” di Desa Giri Sasak

Pemandangan di atas bukit Batu Kelambu Desa Giri Sasak. Lokasi wisata yang menyedot pengunjung ini dinamakan “Negeri di Atas Awan”. (Suara NTB/ist)

Lokasi wisata baru di Lombok Barat (Lobar) terus bermunculan. Baru-baru ini,  salah satu lokasi wisata Bukit Batu Kelambu yang ada di Desa Giri Sasak Kecamatan Kuripan viral di media sosial, sehingga menyedot banyak pengunjung. Hingga saat ini ada 800 lebih pengunjung yang datang menikmati indahnya alam pegunungan, lembah serta jalur trekking di lokasi wisata yang dibuka secara swadaya oleh warga setempat.

KEUNIKAN yang dimiliki kawasan ini, pengunjung bisa merasakan sensasi di atas bukit seperti di negeri di atas awan. Lokasi wisata ini pun dinamakan oleh pengunjung, “Negeri di Atas Awan”, ala Desa Giri Sasak. Keunikan ini pun mengundang penasaran dari pengunjung baik lokal bahkan mancanegara.

Kepala Desa Giri Sasak Hamdani mengatakan, pembenahan lokasi wisata ini dilakukan swadaya oleh pemuda yang tergabung dalam pokdarwis desa setempat. Para pemuda mulai merintis dengan membersihkan dan membuat jalan setapak menuju atas bukit.  “Sejak enam bulan lalu lokasi wisata ini dirintis oleh pemuda pokdarwis kami, tanpa memikirkan upah, tapi mereka memikirkan ke depan,” jelasnya.

Lokasi wisata ini mulai booming di media sosial sejak adanya mahasiswa menggelar KKN di desanya bulan Juni-Juni lalu. Mahasiswa inipun naik ke lokasi dan mengunggah pemandangan lokasi ini di media sosial. Semenjak diunggah, lokasi wisata inipun mendadak viral.  “Para pengunjung pun berbondong-bondong ke sana,”jelas dia.

Sejauh ini jumlah pengunjung sudah mencapai 800 orang, per pekan ada 70-80 orang yang datang ke lokasi tersebut. Kebanyakan pengunjung ini kata dia berasal dari Mataram, Lotim dan Loteng ada juga dari daerah Sumbawa. Selain itu ada wisatawan asing dari beberapa negara seperti  Perancis, Jerman, Swiss.

Keunikan yang menarik bagi pengunjung kata dia, di lokasi ini para pengunjung bisa mencari ketenangan karena kondisi di atas bukit yang sepi dan tenang. Yang luar biasa kata dia pemandangan pada malam hari, terlihat hamparan awan di sekililing dari atas bukit. Kemudian menengok ke bagian bawah, terlihat lampu –lampu rumah warga, seperti bintang dari kejauhan. “Kalau malam dan pagi hari sangat luar biasa, makanya disebut lokasi ini negeri di atas awan,”jelas dia.

Luas lahan yang ada di lokasi puncak bukit itu sekitar 1 hektar, lokasi ini dipakai pengunjung untuk kamping dan membuat tenda tempat menginap.

Rencana ke depan, pihaknya akan menyiapkan wahana memanah sambil berkuda di lokasi ini. Karena di lokasi ini ada lahan yang potesial dijadikan wahana memanah dan berkuda, karena kondisi lahannya datar (tanah lapang). Untuk fasilitas pendukung, kata dia, pihaknya akan menyiapkan kamar mandi dan WC sederhana dulu, sebab ia ingin agar lokasi imi tetap alami. Untuk mendukung fasilitas dasar di lokasi itu, pihaknya berharap ada bantuan pemda agar membangun.  (her)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply