Kasus Buta Aksara di NTB Masih Tinggi, Pemda Dituntut Buat Program Kongkrit

Anggota DPRD NTB M Hadi Sulthon

Mataram  (Global FM Lombok)- Angka buta aksara di Provinsi NTB masih tinggi. Berdasarkan data dari Statistik Pendidikan NTB tahun 2017, angka buta aksara di daerah ini mencapai 12,86 persen untuk usia penduduk diatas 15 tahun. Dengan masih tingginya angka buta aksara ini, Komisi V Bidang Pendidikan DPRD NTB meminta agar Dinas Dikbud NTB atau dinas teknis terkait lainnya membuat program yang kongkrit guna mengentaskan buta aksara.

Sekretaris Komisi V DPRD NTB M Hadi Sulthon mengatakan, di periode Gubernur NTB sebelumnya telah dirintis program buta aksara nol atau Absano. Program itu dinilai efektif untuk menurunkan angka buta huruf, namun saat ini program tersebut tidak terdengar lagi. Karena itulah pemerintah daerah diminta lebih serius, terlebih usia 15 tahun ke atas adalah usia produktif masyarakat.

“ Mestinya ada langkah yang lebih kongkrit untuk menekan angka itu, karena angka 12 persen itu masih tinggi. Kalau dulu kan ada program Absano, pernah diklaim berhasil. Mestinya harus ada program yang lebih kongkrit yang bisa mengarahkan kita untuk bisa menurunkan itu,” kata Hadi Sulthon, Selasa (30/07)

Hadi Sulthon mengatakan, angka buta aksara menjadi salah satu elemen penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebuah daerah. Karena itu, untuk meningkatkan IPM NTB, aspek pengentasan buta aksara harus dikedepankan melalui sejumlah pendekatan, baik pendekatan ekonomi, kultural dan lain sebagainya.

Berdasarkan data dari Statistik Pendidikan NTB tahun 2017, dilihat menurut gender, buta huruf kaum perempuan lebih tinggi dari kaum laki-laki. Angka buta huruf perempuan tahun 2017 sebesar 16,41 persen. Sedangkan angka buta huruf laki-laki sebesar 8,93 persen. Usaha-usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis penduduk, antara lain melalui program kejar paket A, paket B, dan program keaksaraan fungsional.(ris)

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply