Ikatan Ahli Tsunami Akan Buat Wisata Paleo-Tsunami di Obel Obel

Gegar Prasetya ( kanan)

Mataram (Global FM Lombok)- Rentetan gempa Lombok yang terjadi di kurun waktu Juli- Agustus 2018 lalu telah memunculkan temuan baru di kalangan ahli tsunami. Di mana, di wilayah Obel-obel, Lombok Timur ditemukan koral yang terangkat sekitar 40 cm akibat gempa dengan magnitudo 7. Ikatan Ahli Tsunami Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan membuat wisata paleo-tsunami di daerah tersebut.

Ketua Ikatan Ahli Tsunami Indonesia, Gegar Prasetya kepada Global FM Lombok, Rabu (10/07) mengatakan, koral yang terangkat dari permukaan laut pascagempa akan menjadi monumen saintifik. Para ahli dari berbagai negara akan senang datang ke destinasi tersebut untuk melakukan riset.

“Kami bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman akan membuat wisata paleo-tsunami. Koral yang terangkat di Obel-obel, itu yang kita angkat. Begitu gempa dia terangkat, sebagian koral akan mati. Itu monumen, peneliti akan sangat senang melihat destinasa wisata saintifik,” katanya.

Ia mengatakan, destinasi wisata saintifik ini juga bisa memberi petunjuk jangka panjang terkait dengan periode potensi gempa antara 50 – 75 tahun yang akan datang di zona sesar naik. Koral yang terangkat dari permukaan laut akan secara perlahan turun ke posisi semula dan bangkit lagi di masa yang akan datang.

Kegiatan seperti ini sudah lebih dahulu dilaksanakan di Banten. Di mana, Ikatan Ahli Tsunami Indonesia dan pihak terkait lainnya membuat desa saintifik di wilayah yang ditemukan koral berada di daratan. Dulunya tsunami pernah terjadi di selat Sunda akibat meletusnya Krakatau, sehingga hal ini bisa menjadi bahan edukasi dan mitigasi untuk masa depan.(ris).

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply