Aktivis Kembali Galang Dana Untuk Bayar Denda Baiq Nuril

Baiq Nuril saat akan mengajukan PK ke MA bulan Januari 2019 lalu

Mataram (Global FM Lombok)- Sejumlah elemen masyarakat melalui komunitas Safe.Net dan Paguyuban Korban UU (PAKU) ITE kembali berupaya menggalang dukungan dana untuk terpidana kasus UU ITE Baiq Nuril Maknun. Sejak mulai dilakukan penggalangan bulan Oktober 2018 lalu, dana yang sudah terkumpul sekitar Rp 375 juta.

Koordinator Safe.Net wilayah NTB dan Wakil Ketua Umum PAKU ITE, Rudy Lombok kepada Global FM Lombok, Jumat (05/7) mengatakan, pihaknya membutuhkan dana sebesar Rp 500 juta untuk membayarkan denda Baiq Nuril yang divonis bersalah oleh MA dalam kasus penyebaran rekaman bermuatan asusila. Sehingga dibutuhkan dana sekitar Rp 125 juta lagi untuk membayar denda tersebut.

“Kami dari PAKU ITE sudah berusaha menggalang dukungan melalui kitabisa.com dan baru terkumpul 375 juta. Kebutuhan kami adalah 500 juta untuk membayar denda yang akan diberikan kepada negara. Sebenarnya denda ini juga banyak dipertanyakan oleh para korban untuk apa denda sebanyak ini. Untuk kasus Nuril ini denda harus ditanggung oleh Nuril,” kata Rudy Lombok, Jumat (4/7)

Ia mengatakan, pihaknya masih membuka donasi dan dukungan dana dari masyarakat untuk kasus Baiq Nuril ini. Tujuan penggalangan dana ini untuk gerakan perlawanan terhadap UU ITE yang kini sudah memakan korban lagi. Karena ia yakin Nuril tidak terbukti bersalah, terlebih di peradilan tingkat pertama, hakim  tak menemukan bukti Nuril menyebarluaskan rekaman berkonten asusila.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply