Pelaku Industri Kecil di NTB Sambut Positif Penurunan Harga Tiket Pesawat

Mataram (Global FM Lombok)- Pelaku industri kecil menengah di Provinsi NTB, terutama yang bergerak di bidang wisata  menyambut baik kebijakan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) pesawat melalui  Keputusan Menhub yang ditandatangani tanggal 15 Mei 2019 lalu.

Penurunan Tarif Batas Atas dalam keputusan Menhub tersebut sekitar 12 sampai 16 persen yang mulai berlaku tanggal 18 Mei lalu. Kebijakan Kementerian Perhubungan itu dinilai akan berdampak pada naiknya angka kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Lombok dan berdampak terhadap usaha yang digeluti pelaku industri.

Salah seorang pelaku industri makanan di Desa Bilebante, Lombok Tengah, Hj. Zaenab kepada Global FM Lombok mengatakan, pihaknya memang sejak awal sudah meminta kepada pemerintah pusat agar kebijakan tiket mahal dan bagasi berbayar segera diubah karena sangat merugikan pelaku industri di NTB.

“Harapannya dari tiga atau enam bulan yang lalu, kami sudah bersuara, namun karena kita orang kecilm jadi susah didengar. Jadi saat harga tiket naik itu kami tiba-tiba kaget mendengarnya. Di samping penurunan omzet, tahu lah kondisi Lombok seperti apa setelah gempa,” kata Zaenab, Senin (20/05)

Zaenab mengatakan, pascagempa dan adanya kebijakan kenaikan harga tiket dan bagasi berbayar, omzet usaha yang digelutinya selama ini turun. Untuk produk sambal khas Lombok misalnya, dari 100 kilo per minggu sebelum bencana gempa menjadi 50 kilo per minggu.

Produk dengan brand “TaponA Food” yang dikeluarkannya menghasilkan tiga jenis varian yaitu sambal, keripik tortilla dan dodol. Ia masih bersyukur meskipun bencana bertubi-tubi melanda Lombok sejak 2018, usahanya masih tetap berdiri meskipun omzet berkurang. Saat ini, produk yang dihasilkannya telah merambah pasar Surabaya, Jakarta, Batam, Sumatera, dan Kalimantan.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply