Gerindra, Golkar dan Demokrat Konsisten Kuasai Pimpinan DPRD KLU

Proses pemilu 2019 (global fm lombok/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Pemilihan legislatif (pileg) yang berbarengan dengan pemilihan presiden (pilpres) 2019 menjadi panggung bagi Partai Gerindra Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dalam tiga kali pelaksanaan pileg, Gerindra secara konsisten mengikuti jejak Demokrat dan Golkar untuk mengisi kursi pimpinan DPRD KLU.

Dalam sejarah berdirinya DPRD Lombok Utara, untuk periode pertama (2009-2014) Golkar menjadi pemegang pucuk Pimpinan (Ketua DPRD) melalui Mariadi, S.Ag., diikuti dua Wakil Ketua dari Demokrat (Burhan M. Nur) dan Gerindra (Sarifudin, SH).

Periode berikutnya (2014-2019), unsur pimpinan kembali menjadi milik ketiga partai itu, dengan komposisi Ketua dari Demokrat, Sri Pradianti (diganti Burhan M. Nur), Wakil Golkar (Djekat Demung) dan Gerindra (Sudirsah Sujanto).

Sedangkan pada periode berikutnya (2019-2025), Ketua DPRD tampaknya akan sah menjadi milik Gerindra dengan perolehan 5 kursi (potensial menjadi 6 kursi). Kelima kursi sebaran Gerindra terdiri dari masing-masing 2 kursi di Dapil I (Pemenang dan Tanjung) dan Dapil II (Gangga dan Kayangan) serta 1 kursi di Bayan.

Menurut analisa perolehan suara masing-masing dapil – disesuaikan dengan pola perhitungan pembagian kursi pileg, maka Gerindra akan ditemani setidaknya 3 parpol di jajaran Wakil Ketua. Ketiga partai yang bersaing masing-masing memiliki 4 kursi, yakni Golkar dengan perolehan kursi tiap Dapil 1+1+2. Golkar dikuntit Demokrat dengan perolehan 2+1+1, dan PAN dengan sebaran kurai 1+2+1 di 3 dapil.

Selanjutnya, beberapa partai lama tampanya masih akan menempatkan wakilnya di kursi legislatif. PKB misalnya akan mendapat 3 kursi dengan sebaran 0+2+1 kursi di ketiga dapil. Bersama PKB, ada PDIP yang menempatinya dengan sebaran 1+1+1. Di bawahnya dengan potensi 2 kursi akan menjadi milik PPP, Nasdem dengan sebaran 1+0+1. Sedangan parpol dengan keterwakilan 1 kursi akan diklaim oleh PPP, PKS, dan PBB.

Adapun sebaran kursi per dapil sebagai berikut. Dari 11 Kursi Dapil 1, akan diisi masing-masing 2 kursi oleh Gerindra (9.876 suara), Demokrat (6.697 suara). Partai lainnya dengan 1 kursi meliputi, PKB (5.056), PDIP (5.823), Golkar 1 (3.666), PAN (3.376), Nasdem (3.126), dan PBB (2.376).

Namun demikian, melihat sebaran suara Gerindra Dapil 1 sebanyak 9.876 yang apabila di bagi 3, maka menghasilkan suara 3.292 suara. Artinya kursi Gerindra bertambah menjadi 3, karena mengalahkan kursi PBB di bawah perolehan 3 ribu (2.376).

Sedangkan di Dapil 2, dari jatah 12 kursi masih menjadi milik partai lama. Di Dapil 2, tiga parpol yang bakal mengklaim 2 kursi antara lain, PAN (6.834), Gerindra (6.699) dan PKB (6.650).

Jatah 1 kursi akan diklaim antara lain, PPP (6.268), PDIP (4077), Demokrat (5.501), Golkar (4.685), PBB (3.278) dan PKS (3.250).

Sedangkan pada Dapil 3 (Bayan), Golkar mencatat sejarah dengan mengklaim 2 kursi dari jatah 7 kursi. Golkar mengumpulkan. 5.633 suara. Sedangkan 5 kursi lain akan jatuh kepada Gerindra (3.091), PDIP (4.602), Nasdem (3.009), Demokrat (3.328) dan PAN (1.933).

Satu-satunya partai lama yang tidak mampu berbuat banyak pada pileg kali ini adalah Hanura. Berdasarkan perolehan suara, Hanura sejatinya sedikit bersaing dengan Demokrat untuk meraih 1 kursi ke 11 di Dapil 1. Dengan adanya PSU DPRD Kabupaten di 2 TPS di Desa Tanjung, Hanura berharap bisa menyalip Demokrat.

Namun melihat perolehan suara di kedua TPS tersebut, Demokrat masih mengungguli Hanura dengan selisih hanya 30 suara. Dalam hal ini, Demokrat masih unggul pada perhitungan bagi 3 dari Hanura dengan perbandingan suara 2.232 dan 2.202. Selain Hanura, PKPI bergabung dengan partai baru semacam Perindo PSI, Berkarya, Garuda dan PSI tidak memiliki keterwakilan di DPRD.

Menyikapi perolehan suara dan potensi menguasai kursi DPRD itu, Ketua DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto, menyebut perolehan suara yang diperoleh merupakan bentuk kepercayaan masyarakat khususnya kepada Partai dan Caleg Gerindra. Ia pun meminta, caleg yang nantinya membawa amanat rakyat untuk berbuat yang terbaik. “Kami berterima kasih karena masyarakat percaya kepada Gerindra dan caleg dari Gerindra. Amanat ini harus dijaga sebaik-baiknya,” pesannya. (ari)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply