DPRD NTB Minta Korban Gempa Lombok Diperlakukan Sama

Dampak gempa Lombok Minggu (17/3)

Mataram ( Global FM Lombok)- DPRD Provinsi NTB meminta pemerintah pusat memberikan perhatian yang sama terhadap korban gempa bumi yang terjadi di Lombok pada Minggu (17/03) kemarin. Karena jumlah rumah yang rusak pascagempa kemarin dinilai cukup banyak dan korban gempa kini mendirikan tenda dari terpal sebagai tempat tinggal sementara.

Wakil Ketua DPRD NTB H Abdul Hadi kepada Global FM Lombok, Senin (18/3) mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima dan hasil pantauannya, banyak rumah yang selamat dari gempa tahun 2018 lalu kini rusak. Begitu juga, banyak rumah yang rusak ringan akibat gempa tahun lalu, kini menjadi rusak berat. Karena itulah, kebijakan yang sama terhadap korban gempa yang baru ini harus diterapkan.

190318 – Harus adil

“Kami berharap jangan sampai membuat perbedaan penyikapan, kalau tidak ini bisa menjadi polemik. Masyarakat harus diberikan hak yang sama. Kita berharap pemerintah pusat yang menyelesaikannya juga. Kita dorong perlakuannya disamakan dengan korban yang sebelumnya,” kata Abdul Hadi, Senin (18/3).

Korban gempa di NTB tahun 2018 memperoleh dana stimulan untuk memperbaiki rumah rusak berat sebesar Rp 50 juta, rumah rusak sedang sebesar Rp 25 juta dan rumah rusak ringan sebesar Rp 10 juta. Diharapkan dana stimulant itu juga diberikan untuk korban gempa yang terjadi kemarin.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB terkait dengan jumlah kerusakan rumah akibat gempa yang terjadi Minggu kemarin menunjukkan sebanyak 525 rumah telah rusak, baik rusak ringan hingga rusak berat.

Berdasarkan data BPBD NTB, saat ini pemerintah sebenarnya sedang gencar melakukan pembangunan hunian tetap akibat gempa bulan Juli-Agustus tahun 2018 lalu. Sebanyak 216 ribu rumah rusak akibat gempa tahun lalu. Dari jumlah itu, sebanyak 75 ribu lebih diantaranya merupakan rumah rusak berat. Adapun dana yang sudah digelontorkan oleh pemerintah pusat untuk korban gempa di NTB sebesar Rp 3,5 triliun yang dananya sudah masuk ke rekening kelompok masyarakat (Pokmas).

Hingga 16 Maret, sebanyak 14.111 rumah sedang dalam proses pembangunan, sementara rumah yang sudah selesai dibangun baru 1.535 unit rumah.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply