Kelompok Antidemokrasi di NTB Dapat Perhatian dari Tokoh Agama

Dr.TGH Hazmi Hamzar

Mataram (Global FM Lombok)- Kelompok antidemokrasi di Provinsi NTB mendapat perhatian khusus dari sejumlah pihak, mulai dari penyelenggara pemilu hingga tokoh agama. Kelompok ini sejak awal tak pernah tertarik dengan pelaksanaan pemilu dengan alasan perbedaan ideologi. Untuk menyadarkan kelompok antidemokrasi ini, diperlukan keterlibatan semua pihak.

Salah seorang cendikiawan Muslim di NTB Dr. TGH Hazmi Hamzar kepada Global FM Lombok Senin (11/03) mengatakan, salah satu kalangan yang diharapkan mampu menyadarkan kelompok antidemokrasi di NTB yaitu mantan orang yang pernah menjadi bagian dari mereka. Kelompok garis keras yang sudah kembali kepada pancasila dan konsep demokrasi biasanya akan lebih didengar daripada pihak lain yang berupaya memberi penyadaran.

“Artinya, yang bisa menyadarkan itu ambillah teman-teman mereka yang sudah mapan dan paham tentang negara demokrasi di Indonesia. Kalau kita bicara kemudian mereka tolak, ambillah dari kelompok mereka,” kata Hazmi.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat ini mengatakan, perbedaan pandangan tentang bentuk negara dan pemerintahan hanya bisa terjadi sebelum negara dibentuk. Namun setelah sistem negara sudah menjadi kesepakatan bersama pasca kemerdekaan Indonesia, maka ideologi di luar pancasila dan asas demokrasi harus dikesampingkan.

Salah satu kelompok antidemokrasi di NTB adalah kelompok Khilafatul Muslimin di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) Provinsi NTB menyebut jumlah mereka sekitar tiga ribu orang. Pemerintah mewaspadai gerakan kelompok tersebut. Jangan sampai mereka memperluas pengaruhnya melalui penyebaran ideologi antidemokrasi.(ris)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

Kirim Komentar

Leave a Reply